TEORI ORGANISASI UMUM 2 (SAP BAB 3) AKADEMIS

Posted: May 3, 2010 in KaMPuS!, MakalaH TeORi oRGaNiSaSi uMuM 2

MAKALAH AKADEMIS KE-3

“TEORI ORGANISASI UMUM 2”

Dosen pembimbing         : NURHADI

Kelas                              : 2 KA 21

Disusun Oleh                  : DEDI IRAWAN            (10108506)


PROGRAM STUDI S-1 SISTEM INFORMASI

GUNADARMA

JL.KH.Noor Ali Kalimalang

Bekasi Telp.(021)88860117

2009

KATA PENGANTAR

Dengan rendah hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan melimpahkan rahmat dan hidayahnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.Maksud dan tujuan dari penulisan buku ini adalah sebagai tugas akademis yang diberikan dosen dalam mata kuliah “TEORI ORGANISASI UMUM 2” untuk membantu mahasiswa pada umumnya dan khususnya penulis sendiri dalam mempelajari analisis pendapatan nasional untuk perekonomian tertutup sederhana dan pertumbuhan ekonomi serta uang ,bank dan penciptaan uang,sehingga mahasiswa lebih mudah mengkaji, memahami, dan menerapkannya.

Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi,konsumsi dan distribusi.Luasnya ilmu ekonomidan terbatasnya waktu yang tersedia membuat standar kompetensi dan kompetensi dasar ini dibatasi dan difokuskan pada fenomena empiric ekonomi yang ada di sekitar peserta didik, sehingga peserta didik dapat merekam peristiwa yang terjadi di sekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupan yang lebih baik.

Makalah ini disusun berdasarkan hasil rangkuman dari beberapa buku sebagai referensi yang membahas sistem perekonomian.Meskipun demikian,bukan berarti makalah ini sudah cukup sebagai bekal materi mata kuliah.Guna pemahaman lebih lanjut pembaca diwajibkan mengembangkannya sendiri dengan membaca sumber aslinya sebagaimana ditunjukkan pada buku acuan atau mencari sumber yang lain yang lebih lengkap.Sekali lagi ditekankan bahwa makalah ini hanya sebagai pemandu,sedangkan pemahaman labih jauh disertakan pada masing-masing pembaca.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu mohon dengan sangat kepada semua pihak untuk memberikan komentar, kritik, dan saran demi perbaikan materi dan penyajian makalah ini.

Bekasi,  April 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1.PENDAHULUAN

  1. Latar belakang…
  2. Rumusan Masalah…
  3. Tujuan Penulisan…
  4. Metode Penulisan…
  5. Ruang Lingkup…

BAB 11. PEMBAHASAN

  1. Pendapatan Nasional
    1. Perputaran Roda Perekonomian…
    2. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional…
    3. Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB…
    4. Soal Latihan…
  1. Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi
    1. Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor…
    2. Model Analisis Dengan Variabel Investasi dan Tabungan…
    3. Angka Pengganda…
    4. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi,Inflasi dan Pengangguran…
    5. Soal Latihan…
  1. Uang,Bank Dan Penciptaan Uang
    1. Pengertian…
    2. Teori Uang dan Motif Memegang  Uang…
    3. Bank Sentral dan Bank Umum…
    4. Kebijaksanaan Moneter…
    5. Soal Latihan…

BAB 111. PENUTUP

  1. Kesimpulan…
  2. Saran…

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

1.     LATAR BELAKANG

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan.Melalui karya besarnya Wealth of Nations,Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa.Sebagai seorang ekonom,Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutamayang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments.Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M.Keynes,Karl Marx,hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006,Edmund Phelps.Secara garis besar ,perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik.

Hampir semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang menghadapi masalah dalam memelihara kestabilan dan pertumbuhan ekonominya.Indonesia sebagai negara berkembang menghadapi berbagai tantangan juga,baik yang berasal dari faktor eksternal maupun internal sehingga Indonesia harus berjuang untuk menghadapi permasalahan di dalam perekonomiannya,khususnya di bidang moneter.Selama kurun waktu lebih dari tiga dekade terakhir,fenomena moneter berperan penting di dalam perekonomian.Permintaan uang sebagai salah satu fenomena moneter merupakan studi yang hingga kini masih menimbulkan kontroversi.Kontroversi tersebut berawa! dari 2 (dua) kutub utama dalam permintaan uang yaitu,mashab Keynes dan mashab Monetarist.Kunci utama pemikiran Keynes terletak pada suku bunga,sedangkan monetarist pada jumlah uang beredar.Perdebatan kedua mashab tersebut tidak terbatas pada perdebatan empiris,tetapi juga faktual.

2.     RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :

  1. Pendapatan Nasional
    1. Perputaran Roda Perekonomian
    2. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
    3. Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB
    4. Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi
      1. Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
      2. Model Analisis Dengan Variabel Investasi dan Tabungan
      3. Angka Pengganda
      4. Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi,Inflasi dan Pengangguran
  1. Uang,Bank Dan Penciptaan Uang
    1. Teori Uang dan Motif Memegang  Uang
    2. Bank Sentral dan Bank Umum

3.     TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah:

  1. Melatih mahasiswa menyusun makalah dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
  2. Agar mahasiswa dapat mengetahui arti dari Pendapatan Nasional.
  3. Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui tentang Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi.
  4. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengertian uang dan menjelaskan Teori Uang dan Kebijaksanaan Moneter.

4.     METODE PENULISAN

Dari banyak metode yang penulis ketahui,penulis menggunakan metode kepustakaan.Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet).Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis,efektif,efisien,serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data-data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk pembuatan makalah ini.

5. RUANG LINGKUP

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai ;

  1. Pendapatan Nasional,
  2. Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi,dan
  3. Uang,Bank Dan Penciptaan Uang.

BAB 11

PEMBAHASAN

1.Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665.Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern,konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP),yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Tujuan mempelajari pendapatan nasional :

  1. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara.
  2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun.
  3. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional:

  1. Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto atau kotor.

Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

  1. 2. Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri,tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

Rumus:

GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

  1. 3. Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

Rumus:

NNP = GNP – Penyusutan

  1. 4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung.Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan,pajak hadiah,dll.

Rumus:

NNI = NNP – Pajak tidak langsung

  1. 5. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat,termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini,melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan,tunjangan sosial bagi para pengangguran,bekas pejuang, bunga utang pemerintah,dan sebagainya.Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan,NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah),laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan),dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

Rumus:

PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )

  1. 6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung.Pajak langsung(direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain,artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak,contohnya pajak pendapatan.

Rumus :

DI = PI – Pajak langsung

A.Perputaran Roda Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.Dalam beberapa sistem,seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi.Sementara dalam sistem lainnya,semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.Selain faktor produksi,sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi.Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi.Sementara pada perekonomian pasar (market economic),pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.Roda perekonomian akan senantiasa berjalan dengan sangat dinamis.Persaingan usaha guna menjadi dominan dan

menduduki top in mind dalam pilihan pelanggan menjadikan perusahaan dan pihak-pihak yang bersaing berlomba-lomba menciptakan inovasi dalam melayani pelanggan.Banyak pilihan dan inovasi yang ditawarkan oleh produsen dalam rangka merebut hati pelanggan.Oleh karena itu sangat tepat apabila produsen menggunakan sistem jemput bola atau mendekati pasar.Perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat telah membawa fenomena baru dalam dunia ekonomi.Makin sempitnya lapangan pekerjaan disadari atau tidak sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi masyarakat kita.Hal inilah yang seringkali menjadi masalah yang sangat pelik dan rumit untuk dipecahkan.Masalah-masalah seperti kemacetan,PKL yang yang semrawut,dan masalah yang berhubungan dengan roda ekonomi merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia.

Fakta ini jadi dilema tersendiri bagi masyarakat,pemerintah,dan produsen.Dimana keadaan seperti itu saat ini menjadi sesuatu yang lazim terjadi di kota di Indonesia.Keadaan ini terjadi karena himpitan berbagai kepentingan yaitu;

  1. Produsen yang ingin produknya lebih dikenal masyarakat dan diterima masyarakat dan mempertahankan pelanggan.
  2. Pedagang Kaki Lima yang ingin mendapatkan sumber rejeki.
  3. Pemerintah yang berkewajiban menyelenggarakan dan mengatur kehidupan masyarakat dalam kaitanya dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan mengatur kehidupan masyarakat agar tetib dan teratur.

B.Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional (National Income) dapat ditinjau dari tiga pendekatan,yaitu:

  1. Pendekatan atau Metode Produksi,
  2. Pendekatan atau Metode Pengeluaran,dan
  3. Pendekatan atau Metode Pendapatan.

Pendekatan pendapatan:

Menurut pendekatan pendapatan,pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun.Pendapatan Nasional berdasarkan pendekatan atau metode pendapatan merupakan hasil penjumlahan dari sewa,upah,bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut:

Hasil perhitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan atau metode pendapatan ini dinamakan Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI).Dengan demikian bila digambarkan dalam rumus,maka akan nampak sebagai berikut:

Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

Pendekatan produksi:

Pendapatan nasional merupakan nilai seluruh barang jadi (barang final)dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu selama satu tahun.Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam perhitungan,maka barang-barang yang dihitung dalam pendekatan produksi hanya barang jadi (barang final),sedangkan barang setengah jadi tidak termasuk dalam perhitungan.Untuk menghindari terjadinya perhitungan ganda,maka yang dihitung adalah nilai tambah setiap proses produksi sampai barang tersebut tiba di tangan konsumen.

Berdasarkan pendekatan atau metode produksi,pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu,biasanya satu tahun. Dengan metode ini,pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah (value added) dari setiap proses produksi di dalam masyarakat (warga negara asing dan penduduk) dari berbagai lapangan usaha (sektor) dalam suatu negara untuk kurun waktu 1 (satu) periode (biasanya satu tahun).

Ada 11 (sebelas) lapangan usaha yang mempengaruhi pendapatan nasional dilihat dari pendekatan produksi, yaitu:

  1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan;
  2. Pertambangan dan penggalian;
  3. Industri pengolahan;
  4. Listrik, gas dan air minum;
  5. Bangunan;
  6. Perdagangan, hotel dan restoran;
  7. Pengangkutan dan komunikasi;
  8. Bank dan lembaga keuangan lainnya;
  9. Sewa rumah;

10.  Pemerintahan dan pertahanan; dan

11.  Jasa-jasa.

Maksud dari metode produksi ini, jumlah seluruh hasil produksi (output) suatu negara dalam satu tahun dikalikan harga satuan masing-masing. Sehingga bila dituliskan dalam rumus akan nampak sebagai berikut:

Keterangan:

Y = Pendapatan Nasional (PDB)
Q1 = Jumlah barang ke – 1
P1 = Harga barang ke – 1
Q2 = Jumlah barang ke – 2
P2 = Harga barang ke – 2
Qn = Jumlah barang ke – n
Pn = Harga barang ke – n

Hasil perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan/metode produksi ini dinamakan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Untuk tingkat propinsi di Indonesia disebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).Pendekatan produksi,dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris,ekstraktif,jasa,dan niaga selama satu periode tertentu.Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

Pendekatan pengeluaran:

Berdasarkan pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu periode, biasanya satu tahun.Jadi,berdasarkan metode pengeluaran,pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen,Rumah Tangga Produsen,Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu biasanya setahun. Hasil perhitungannya dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).

Pengeluaran-pengeluaran yang dimaksud adalah:

Dari tabel di atas,bila digambarkan dalam sebuah rumus,maka akan nampak sebagai berikut:

Bila PNB (GNP) dibagi dengan jumlah penduduk akan menghasilkan Pendapatan per Kapita.Pendekatan pengeluaran,dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara,yaitu:Rumah tangga (Consumption),pemerintah (Government),pengeluaran investasi (Investment),dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (XM)

C.Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB

Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode,perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri,pertanian,atau negara jasa.Contohnya,berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris,Jepang merupakan negara industri,Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa,dan sebagainya.Disamping itu,data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian,pertambangan,industri,perdaganan,jasa,dan sebagainya.Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu,membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah,dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Masalah PDB:

Masalah lain dalam keruwetan tax ratio ini adalah perdebatan mengenai faktor pembagi dalam formula tax ratio,yaitu nilai produk domestik bruto (PDB).Angka acuan dalam PDB ini sering diperdebatkan karena adanya PDB dengan basis 1993 dan 2000.Berikut adalah perbandingan tax ratio dengan dua versi PDB:

Dalam teknis perhitungan PDB angka tersebut di tabel juga dapat menimbulkan perdebatan, terkait dengan validitas perhitungannya.Termasuk dalam hal ini adalah masalah klasik berupa konsep harga yang secara konsep mengandung makna distorsi,proses imputasi dalam penghitungan PDB serta kemungkinan tidak tercatatnya sektor informal bahkan ekonomi bawah tanah (underground economy).Dalam proses perhitungan PDB riil,patokan tahun yang menjadi basis perhitungan juga bisa menjadi sangat politis karena biasanya dipilih untuk tahun yang tingkat inflasinya rendah agar hasil agregasi PDB menjadi tinggi.

Manfaat Perhitungan Pendapatan PDB:

Seperti yang telah diuraikan diatas,perhitungan pendapatan nasional bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu Negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara selama satu periode.

Bila ditinjau lebih jauh lagi,manfaat yang dapat diperoleh dari perhitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui dan Menelaah Struktur Perekonomian Nasional Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu Negara menjadi Negara industri,pertanian,atau jasa.Contohnya,berdasarkan perhitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk Negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan Negara industri,Singapura termasuk Negara yang unggul disektor jasa, dan sebagainya.Disamping itu,data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya konstribusi berbagai sector pertanian,pertambangan, industri,perdagangan,jasa.
  2. Membandingkan Kemajuan Perekonomian Dari Waktu Ke Waktu Umumnya data pendapatan nasional dibuat setiap tahun sehingga dapat digunakan untuk membandingkan besarnya pendapatan nasional suatu Negara dari tahun ke tahun. Perbandingan dilakukan biasanya tidak hanya berdasarkan harga berlaku, tapi juga dengan metode perbandingan data berdasarkan harga tetap atau konstan, dengan menggunakan sebuah tahun dasar sebagai tolak ukur.Hal ini disebabkan karena perbandingan pendapatan nasional berdasarkan harga berlaku mengkin saja terkena pengaruh inflasi,sehingga setiap kenaikan yang terjadi bias jadi disebabkan oleh adanya inflasi dari tahun ke tahun.
  3. Membandingkan Perekonomian Antar Negara Atau Antar Daerah Data perhitungan pendapatan nasional selain dapat digunakan untuk membandingkan perekonomian suatu Negara dengan Negara lain,juga dapat digunakan untuk dapat membandingkan perekonomian antara suatu daerah atau provinsi dengan daerah atau provinsi lainya. Perhitungan ini berguna untuk menilai seberapa jauh ketertinggalan atau kemajuan perekonomian suatu Negara atau daerah dibandingkan dengan Negara atau daerah lainnya.
  4. Sebagai Landasan Perumusan Kebijakan Pemerintah Data pendapatan nasional dapat digunakan sebagai landasan atau pedomana bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan perekonomian.Dengan mengetahui konstribusi masing-masing sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional berikut kemajuan atau kemundurannya, maka pemerintah dapat melihat sektor mana yang masih dapat digali potensinya,sektor mana yang harus mendapatkan prioritas,sehingga pemerintah dapat menentukan kebijakan apa yang harus diambil untuk memperbaiki situasi perekonomian.

D.Soal Latihan

  1. Pendapatan Nasional adalah:
    1. Jumlah produk berupa barang dan jasa di dalam batas wilayah suatu negara.
    2. Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode.
    3. Penjumlahan biaya hidup selama satu tahun.
    4. Jumlah produk berupa barang dan harta di dalam batas wilayah suatu negara.
  1. Perhitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa merupakan ciri:
    1. Pendekatan pendapatan.                    C. Pendekatan pengeluaran.
    2. Pendekatan produksi.                         D. Pendekatan terapan.
  1. Pada penggunaan metode pendapatan besarnya pendapatan nasional suatu Negara akan sama dengan:
    1. Jumlah invetasi yang dilakukan masyarakat.
    2. Jumlah produksi ditambah dengan upah.
    3. Jumlah konsumsi dan investasi.
    4. Jumlah nilai tambah produksi dari barang dan jasa.

  1. GDP (Gross Domestic Product) akan naik bila:
    1. Investasi sebagai sector produksi bertambah.
    2. Besarnya barang dan jasa di luar negeri.
    3. Volume uang yang beredar bertambah.
    4. Penerimaan negara dalam APBN bertambah.
  1. Berikut ini adalah beberapa komponen pendapatan nasional:

1)      Gaji,

2)      Investasi,

3)      Konsumsi rumah tangga,

4)      Bunga modal,dan

5)      Konsumsi pemerintah.

Yang merupakan komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan adalah:

  1. 1, 2 dan 3                                            C. 2, 4 dan 1
  2. 1, 4 dan 5                                            D. 1, 3 dan 4
  1. Rumus pendapatan nasional dengan metode pendekatan pendapatan adalah:
    1. Y = C+ I + G + (X – M)                                   C. Y = P1.Q1 + P2.Q2 + Pn.Qn
    2. Y = r + w + i + p                                  D. Y = W + I + P + R + D + S
  1. Data penggunaan GDP tahun 1992 atas dasar harga konstan tahun 1983 (dalam milyar rupiah)

Perhitungan pendapatan nasional pada tabel di atas adalah perhitungan dengan metode pendekatan:

  1. Pengeluaran                                        C. Pendapatan
  2. Produksi                                              D. Jumlah barang
  1. Berikut ini contoh lapangan usaha :

1)    Pertambangan dan penggalian,

2)    Bangunan,

3)    Industri pengolahan,

4)    Pengangkutan dan komunikasi,

5)    Harta,dan

Yang mempengaruhi pendapatan nasional dilihat dari pendekatan produksi,yaitu:

  1. 1,2 dan 3                                             C. 3,4 dan 1
  2. 2,3 dan 4                                             D. 3,4 dan 5
  1. Diketahui data-data sebagai berikut (dalam miliar):

Sewa tanah                             Rp         30.000,00

Upah                                       Rp       250.000,00

Bunga modal                           Rp         50.000,00

Laba usaha                             Rp         40.000,00

Hitunglah pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan atau pendapatan:

  1. 350.000,00                                                      C. 370.000,00
  2. 360.000,00                                                      D. 380.000,00

10.  Diketahui data sebagai berikut (dalam miliar):

Pengeluaran konsumen          Rp       125.000,00

Tingkat investasi                     Rp       150.700,00

Pengeluaran pemerintah        Rp       130.000,00

Nilai ekspor                             Rp       225.250,00

Nilai impor                               Rp       170.500,00

Hitunglah besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran:

  1. 460.430,00                                          C. 460.450,00
  2. 460.440,00                                          D. 460.460,00

JAWABAN:

  1. B                                                                      6  . B
  2. B                                                                      7  . C
  3. D                                                                     8  . D
  4. B                                                                      9  . C
  5. C                                                                     10. C

2.Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi

produsen dan Konsumen,secara sederhana akan melakukan kegiatan penjualan dan pembelian di pasar yang saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya masing-masing.Dalam transaksi pasar tersebut,mereka akan terikat dengan kontrak dagang atau kesepakatan jual beli,dan kemudian ditetapkanlah harga jual atau harga beli dari kegiatan tersebut.Untuk memfasilitasi kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi ini secara efektif maka sistem perekonomian kita memerlukan lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti pasar modal,lembaga asuransi,lembaga penjamin,pegadaian atau lembaga keuangan mikro yang terdapat di daerah pedesaan.Lembaga perbankan peranannya sangat vital untuk mengumpulkan dana-dana yang ada di masyarakat,yang selanjutnya mereka akan melakukan pengalokasian dana tersebut melalui pemberian fasilitas perkreditan atau jasa perbankan lainnya.Pergerakan sektor ekonomi dari produsen,biasa disebut oleh para ekonom dengan perkembangan sektor riil,yang perkembangannya dapat diketahui secara tidak langsung dengan memonitor antara lain data perkembangan pemberian fasilitas kredit baru oleh perbankan nasional dan data perkembangan produksi dari berbagai kegiatan sektor ekonomi.Sistem perekonomian sederhana tersebut dalam keadaan normal biasanya akan berjalan dengan sendirinya,tanpa perlu pengaturan yang ketat dari Pemerintah.Dan memang inilah yang biasa didambakan oleh para teknokrat ekonomi klasik, bahwa pasar dapat mengatur segalanya dengan baik dan sempurna.Dengan perkataan lain seolah-olah sistem perekonomian tersebut akan bekerja secara otomatis melalui tangan kuat yang mengaturnya dari luar,atau biasa disebut dengan the invisible hand.

A.Analisis Pendapatan Nasionl Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana dua sektor

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,manusia harus mempunyai penghasilan. Setiap penghasilan yang diterima oleh seseorang merupakan pendapatan bagi orang tersebut.Pendapatan dari orang perorang dari suatunegara akan dihitung dalam pendapatan nasional.Namun,tidak semua pendapatan yang diterima seseorang dihitung sebagai pendapatan nasional.Seorang ibu rumah tangga bekerja guna melayani keperluan rumah tangganya,seperti memasak,mencuci,dan ibu tersebut sudah menghasilkan barang berupa makanan dan jasa.Akan tetapi barang dan jasa yang dihasilkan tersebut tidak dihitung dalam pendapatan nasional karena tidak dijual kepada orang lain dan tidak mendapatkan balas jasa.Apabila ibu rumah tangga tadi membuka usaha,misalnya rumah makan atau menerima pesanan makanan untuk umum,maka balas jasa yang diterimanya dapat dihitung dalam pendapatan nasional.Seorang pelukis membuat suatu lukisan dan menjualnya kepada orang lain.Pelukis tersebut memperoleh pendapatan dari hasil penjualan produk yang dihasilkannya. Maka pendapatan pelukis ini dihitung dalam pendapatan nasional.Beberapa tahun kemudian,apabila lukisan tersebut dijual oleh orang yang membeli lukisan dari pelukis,maka hasil penjualan itu menjadi pendapatan baginya.Akan tetapi,pendapatan itu tidak dihitung dalam pendapatan nasional,karena tidak ada produksi barang atau jasa yang dihasilkan.

Barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap golongan masyarakat dalam suatu negara yang dijual kepada orang lain disebut produk nasional.Apabila produk nasional dinilai dengan uang disebut pendapatan nasional.Produk nasional maupun pendapatan nasional perlu dihitung untuk mengetahui kemajuan ekonomi dalam suatu negara.Produk nasional terdiri atas bermacam-macam produk yang jenisnya berbeda-beda.Tidak ada satuan alat ukur yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah produk yang dihasilkan.Oleh sebab itu,alat ukur yang paling mudah adalah harga.Dengan menilai setiap produk dengan harga, maka kita dapat mengetahui besarnya pendapatan nasional dalam suatu negara.Dalam rangka mencapai kemakmuran suatu negara,usaha peningkatan pendapatan nasional merupakan suatu keharusan.Usaha peningkatan pendapatan nasional harus disertai dengan pengendalian pertumbuhan penduduk.Apabila pertumbuhan penduduk berlangsung tanpa kendali,peningkatan pendapatan per kapita tidak akan mencapai hasil yang memuaskan, bahkan bisa terjadi pendapatan per kapita akan menurun.Oleh karena itu,pertumbuhan penduduk harus dikendalikan agar tingkat pertumbuhannya tidak melebihi pendapatan nasional.

B.Model Analisis Dengan Variabel Investasi dan Tabungan

Konsumsi adalah bagian pendapatan yang dibelanjakan untuk kebutuhan konsumsi. Tabungan adalah bagian pendapatan yang tidak dikomsumsi.Jadi,besarnya pendapatan akan sama dengan besarnya konsumsi ditambah dengan tabungan (Y = C + S ).Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara sifat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dan pendapatan nasional (atau pendapatan disposable) perekonomian tersebut.Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomiandan pendapatan nasional (atau pendapatan disposable) perekonomian tersebut.Jadi,baik dalam hukum psikologi konsumsi dari Keynes dikemukakan,Setiap pertambahan pendapatan akan menyebabkan pertambahan konsumsi dan pertambahan tabungan (saving).Apabila fungsi konsumsi dan fungsi tabungan ditulis dalam notasi fungsi, bentuk umumnya seperti berikut.

Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan merupakan garis lurus,dan ini disebabkan nilai MPC dan MPS tetap. Seterusnya kecondongan fungsi konsumsi adalah kurang dari 45 dan selalu memotong garis 45.Sifat ini disebabkan MPC lebih kecil dari satu.Fungsi konsumsi memotong garis 45 pada nilai pendapatan nasional sebanyak Rp 360 triliun karena pada tingkat pendapatan itu konsumsi rumah tangga = pendapatan nasional.Fungsi tabungan memotong sumbu datar pada pendapatan nasional sebanyak Rp 360 triliun karena pada pendapatan ini tabungan rumah tangga = 0.

Jumlah pendapatan yang digunakan untuk konsumsi, antara lain, tergantung

pada hal berikut.

  1. Besarnya pendapatan rumah tangga setelah dikurangi pajak penghasilan dan potongan-potongan.
  2. Komposisi rumah tangga (jumlah dan umur anggota rumah tangga).
  3. Tuntutan lingkungan.

Sedangkan jumlah pendapatan yang ditabung tergantung pada hal berikut.

  1. Jumlah pendapatan yang diterima dan besarnya bagian yang akan dikeluarkan untuk konsumsi.
  2. Jumlah pendapatan yang ingin disimpan untuk tujuan berjaga-jaga dan menghadapi keadaan mendadak di waktu yang akan dating.
  3. Tingkat bunga. Bila tingkat bunga bank naik, orang cenderung mengurangi bagian pendapatan untuk tujuan konsumsi dan meningkatkan tabungan atau investasi.

Manfaat;

Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode,perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri,pertanian,atau negara jasa.Contohnya,berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris,Jepang merupakan negara industri,Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa,dan sebagainya.Disamping itu,data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian,pertambangan,industri,perdaganan,jasa,dan sebagainya.Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu,membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah,dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Faktor yang memengaruhi;

  1. 1. Permintaan dan penawaran agregat

Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga.Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sector-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga,sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

Konsumsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional

Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat,maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga,tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional),yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran.Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga,tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

  1. 2. Konsumsi dan tabungan

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.Antara konsumsi,pendapatan,dan tabungan sangat erat hubungannya.Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

  1. 3. Investasi

Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

C.Angka Pengganda

Ada beberapa pengertian dari angka pengganda uang yaitu:

Money Multiplier atau angka pengganda uang adalah merupakan proses pasar yaitu penyesuaian antara permintaan dan penawaran uang “Money Multiplier is the number of deposit (loan) dollars that the banking system can create from $1 of excess reserves; equal to 1 required reserve ratio” (Schiller, 1996:279 – 280).

Dari pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa angka pengganda uang atau money multiplier ada hubungannya dengan cadangan dollar,sistem perbankan dengan kurs dollar “Money Multiplier is ratio of the changes in the quantity of money to the changes in the monetary base” (Parkin, 1993 :768).Monetary base (uang primer) adalah jumlah uang kartal ditambah cadangan bank.Jika monetary base naik,maka uang kartal dan cadangan bank juga naik.Sedangkan jika cadangan bank naik maka dapat menciptakan pinjaman dan tambahan uang yang beredar.Money Multiplier adalah proses penciptaan uang secara sederhana oleh bank umum, yaitu sebagai berikut:

Contoh: Bank Nasional memberikan pinjaman kepada Tuan Abdulah sebesar Rp 1 juta.Asumsi tidak ada kebocoran kas,Tuan Abdulah menyimpan uang Rp 1 juta tersebut ke Bank Perdana dalam bentuk giro (demand deposit),Perkembangan sistem NOW (giro tanpa bunga) dan pasar uang membuat makin luasnya pengertian M1 dengan memasukkan juga NOW dan rekening-rekening yang serupa pada koperasi simpan-pinjam dan bank-bank tabungan(selain uang kartal yang biasa kita lihat dan deposito).Jumlah uang beredar (JUB) yaitu M1 (uang dalam arti sempit) yang terdiri dari uang kartal dan uang giral, dan M2 (uang dalam arti luas) yang terdiri dari M1 ditambah uang kuasi (Nilawati, 2000: 162).Uang kartal (currencies) adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah dan atau bank sentral dalam bentuk uang kertas atau uang logam.Uang giral (deposit money) adalah uang yang dikeluarkan oleh suatu bank umum.Contoh uang giral adalah cek, bilyet giro. Uang kuasi meliputi:Tabungan (saving deposit) adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat

dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat yang dapat dipersamakan dengan itu.Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada BPR.Deposito berjangka (time deposit) adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpanan dengan BPR bersangkutan.Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang buku simpanannya dapat diperdagangkan.(Subagyo, 1997: 10,72 – 73).Menurut Dombush ada beberapa cara untuk mempengaruhi uang beredar,salah satunya yaitu melalui koefisien angka pengganda uang.Nilai koefisien  angka pengganda uang tergantung pada nilai dari uang kartal dan cadangan bank.Semakin kecil nilai dari rasio tersebut, semakin besar nilai koefisien angka pengganda uang. Nilai uang kartal yang rendah berarti masyarakat lebih suka menyimpan uang tunainya di bank daripada di rumah. Selanjutnya nilai cadangan bank yang rendah berarti lebih banyak uang giral yang bisa diciptakan dari setiap rupiah uang inti yang dipegang bank. Bagian dari jumlah uang beredar yang dipegang masyarakat dalam bentuk uang tunai merupakan pencerminan kehendak dan perilaku masyarakat (Nilawati, 2000: 160)

D.Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi Inflasi dan Pengangguran

Didasarkan pada fakta itulah A.W.Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.Dari hasil pengamatannya,ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran,dalam arti jika inflasi tinggi,maka pengangguran akan rendah.Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.

Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi.Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan  setiap tahunnya.Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi.Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara.Karena itu,setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran,yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Pengangguran di Indonesia menjadi masalah yang terus menerus membengkak.Sebelum krisis ekonomi tahun 1997,tingkat pengangguran di Indonesia pada umumnya di bawah 5 persen dan pada tahun 1997 sebesar 5,7 persen.Tingkat pengangguran sebesar 5,7 persen masih merupakan pengangguran alamiah.Tingkat pengangguran alamiah adalah suatu tingkat pengangguran yang alamiah dan tak mungkin dihilangkan.Tingkat pengangguran alamiah ini sekitar 5-6 persen atau kurang.Artinya jika tingkat pengangguran paling tinggi 5 persen itu berarti bahwa perekonomian dalam kondisi penggunaan tenaga kerja penuh (full employment).Peningkatan angkatan kerja baru yang lebih besar diban-dingkan dengan lapangan kerja yang tersedia terus menunjukkan jurang (gap) yang terus membesar. Kondisi tersebut semakin membesar setelah krisis ekonomi.Dengan adanya krisis ekonomi tidak saja jurang antara peningkatan angkatan kerja baru dengan penyediaan lapangan kerja yang rendah terus makin dalam,tetapi juga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).Mengacu pada kurva Phillips di bawah ini,dapat digambarkan bagaimana hubungan tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Indonesia.Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada.Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga tahun 2005.

A.W.Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat.Dengan naiknya permintaan agre-gat,maka sesuai dengan teori permintaan,jika permintaan naik maka harga akan naik.Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output).Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka,pengangguran berkurang.Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat.Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005,ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran (lihat hasil analisis statistik di bawah ini).

Berbeda dengan di Indonesia,adanya kenaikan harga-harga atau inflasi pada umumnya disebabkan karena adanya kenaikan biaya produksi misalnya naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM),bukan karena kenaikan permintaan.Dengan alasan inilah,maka tidaklah tepat bila perubahan tingkat pengangguran di Indonesia dihubungkan dengan inflasi.Karena itu,perubahan tingkat pengangguran lebih tepat bila dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi.Sebab,pertumbuhan ekonomi merupakan akibat dari adanya pe-ningkatan kapasitas produksi yang merupakan turunan dari peningkatan investasi.Jadi jelas bahwa,pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan peningkatan penggunaan tenaga kerja,begitu pula dengan investasi.Dengan meningkatnya investasi pasti permintaan tenaga kerja akan bertambah,sehingga dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan adanya peningkatan investasi berpengaruh terhadap penurunan tingkat pengangguran dengan asumsi investasi tidak bersifat padat modal.Berdasarkan pemikiran tersebut,maka dapat dilihat bagaimana hubungan antara tingkat pertumbuhan ekonomi dalam bentuk kurva.Dengan menggunakan data antara pengangguran dan tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti yang digunakan dalam membuat kurva Phillip (data tahun 1998 tidak digunakan karena mempunyai nilai ekstrim) akan dapat digambarkan bagaimana kurva hubungan pertum-buhan ekonomi dengan tingkat pengangguran.Kurva hubungan antara pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tingkat pengang-guran seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Dari hasil penggambaran diagram sebaran antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran di Indonesia,terlihat bahwa hasilnya menunjukkan kecenderungan yang sesuai dengan gambaran Kurva Philip.Selain itu,pengaruh pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pengangguran secara statistik signifikan.Nilai koefisien pengangguran adalah 0,464.Hasil analisis statistik,pengaruh antara tingkat pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pengangguran di Indonsia selama periode 1980 – 2005 seperti terlihat di bawah ini.

Berdasarkan fakta yang telah diungkapkan di atas,maka dapat disimpulkan bahwa,ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pengangguran dengan pertumbuhan ekonomi.Apabila pertumbuhan ekonomi meningkat 1 persen maka pengganguran akan meurun sekitar 0,46 persen.Dengan demikian,penggambaran kurva Phillip yang menghubungkan inflasi dengan tingkat penggangguran untuk kasus Indonesia tidak tepat untuk digunakan sebagai kebijakan untuk menekan tingkat pengangguran.Hasil analisis statistik pengujian pengaruh inflasi terhadap pengangguran selama periode 1980–2005 seperti terlihat hasil analisis statistik di bawah ini juga membuktikan secara meyakinkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara inflasi dengan tingkat pengangguran.Dalam ilmu ekonomi,inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor,antara lain,konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang.Dengan kata lain,inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga.Artinya,tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi.Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi,dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan,yaitu inflasi ringan,sedang,berat,dan hiperinflasi.Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun;inflasi sedang antara 10%-30% setahun; berat antara 30%-100% setahun;dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal,yaitu tarikan permintaan atau desakan biaya produksi.Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga.Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi.Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat.Jadi,inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment.Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu:kenaikan harga,misalnya bahan baku dan kenaikan upah atau gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.

Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
  2. Tuntutan kenaikan upah dari pekerja.
  3. Kenaikan harga barang impor.
  4. Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru.
  5. Kekacauan politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya angka inflasi mencapai 70%.

D.Soal Latihan

  1. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap golongan masyarakat dalam suatu negara yang dijual kepada orang lain di sebut:
    1. Pendapatan nasional.                               C. Pengeluaran nasional.
    2. Produk nasional.                                       D. Produksi nasional.
  1. Produk nasional dinilai dengan uang disebut:
    1. Pendapatan nasional.                               C. Pengeluaran nasional.
    2. Produk nasional.                                       D. Produksi nasional.
  1. Yang dimaksud dengan inflasi adalah:
    1. Ketidakseimbangan dalam perekonomian.
    2. Kencenderungan naiknya harga-harga umum.
    3. Jumlah uang yang beredar lebih sedikit dari jumlah barang.
    4. Jumlah uang yang beredar lebih banyak dari jumlah barang.
  1. Konsumsi menurut pengertian ekonomi adalah:
    1. Menggunakan benda atau jasa
    2. Menyukai benda atau jasa
    3. Menghasilkan benda atau jasa
    4. Menyalurkan benda atau jasa
  1. Apabila jumlah uang yang beredar melebihi jumlah barang yang tersedia akan mengakibatkan:
    1. Deflasi.                                                      C. Depresiasi.
    2. Devaluasie.                                               D. Inflasi.
  1. Inflasi yang disebabkan kenaikan permintaan disebut:
    1. Wage cost push inflation.                          C. Supply pull inflation.
    2. Price cost push inflation.                           D. Demand pull inflation.
  1. Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi disebut:
    1. Spiral inflation.                                          C. Supply pull inflation.
    2. Price cost pust inflation.                            D. Demand pull inflation.
  1. Inflasi akan merugikan pihak terkait berikut ini,kecuali:
    1. Para penguasaha.
    2. Pegawai negeri.
    3. Orang-orang yang berhutang.
    4. Orang-orang yang berpenghasilan tetap.
  1. Inflasi akan menguntungkan:
    1. Orang yang memilih utang.
    2. Orang yang berpiutang.
    3. Para pedagang.
    4. Para pengusaha.

10.  Buku tulis,pensil,seragam sekolah,dan lain-lain termasuk barang yang dapat langsung memenuhi kebutuhan pelajar,barang tersebut termasuk benda:

  1. Produksi.                                                   C. Jadi.
  2. Substitusie.                                                D. Konsumsi.

JAWABAN:

  1. B
  2. A
  3. B
  4. A
  5. A
  6. D
  7. B
  8. A
  9. D

10.  C

3.Uang,Bank dan Penciptaan Uang

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya,masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri.Manusia berburu jika ia lapar,membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana,mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri;singkatnya,apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya.Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri,mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya.Akibatnya muncullah sistem barter,yaitu barang yang ditukar dengan barang.Namun pada akhirnya,banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini.Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya.Untuk mengatasinya,mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar.Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted),benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik),atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari;misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah.Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang;orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada.Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang,penyimpanan (storage),dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam.Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum,tahan lama dan tidak mudah rusak,mudah dipecah tanpa mengurangi nilai,dan mudah dipindah-pindahkan.Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak.Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money).Artinya,nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut).Pada saat itu,setiap orang berhak menempa uang, melebur,menjual atau memakainya,dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas.Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi.Dengan kata lain,uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya.Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran.Sebagai gantinya,mereka menjadikan ‘kertas-bukti’ tersebut sebagai alat tukar.

A.Pengertian

UANG:

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum.Alat tukar itu dapat berupa benda apapunyang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.Dalam ilmu ekonomi modern,uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang‐barang dan jasa‐jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks,tidak efesien,dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai.Efesiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.Pada awalnya di Indonesia,uang dalam hal ini uang kartal diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia.Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1,hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut.Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral,Bank Indonesia,sebagai satusatunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal.Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

Agar masyarakat menyetujui penggunaan sesuatu benda sebagai uang,haruslah benda itu memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

  1. Nilai tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
  2. Mudah dibawa-bawa.
  3. Nudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.
  4. Tahan lama.
  5. Jumlahnya terbatas (tidak berlebih-lebihan).
  6. Bendanya mempunyai mutu yang sama.

BANK:

Bank adalah lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi,membantu kelancaran sistem pembayaran dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai lembaga yang menjadi sarana dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah yaitu kebijakan moneter.Definisi,pengertian,dan cakupan kegiatan bank sebagaimana diatur oleh ketentuan yang berlaku dapat bervariasi antara satu negara dengan negara yang tampak pada sumber pendanaannya yang berasal dari simpanan masyarakat dan pada penyaluran dananya dalam bentuk kredit pada dunia usaha dan alternatif investasi lainnya.Di Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.Yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana tersebut kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

PENCIPTAAN UANG:

Salah satu fungsi sistem keuangan adalah penciptaan uang.Penciptaan uang antara lain dapat dilakukan melalui bank umum yaitu dengan melalui penciptaan uang giral.Oleh karena itu,bank umum dapat mempengaruhi jumlah uang beredar.Untuk menggambarkan proses penciptaan uang oleh bank-bank umumUang tercipta saat bank memberikan kredit.Uang dalam peradaban manusia telah menjadi suatu yang sangat penting. Segala tindakan yang akan dilakukan baik itu berupa kebutuhan dasar atau pun untuk memperoleh kesenangan dalam hidup pada umumnya harus mengeluarkan uang.Kenapa uang bisa begitu telah menduduki posisi yang sangat penting dalam peradaban manusia.Pada dasarnya tercipta dan terkumpulnya uang tidak lain merupakan hasil kerja dari manusia atau sekolompok manusia.Uang tidak serta merta muncul tanpa ada usaha dan sesuatu yang dihasilkan.Melihat realitas yang ada sekarang,melihat semangat yang menggebu untuk mendapatkannya dan bahkan hampir melupakan apa arti dan fungsi dari uang yang sebenarnya.Hadirnya lembaga keuangan seperti perbankan yang salah satu tujuan utama didirikannya adalah untuk menjadi mediasi antara pihak yang surplus (finansial) dengan pihak yang defisit (finansial) dalam bentuk pembiayaan atau pun bentuk lainnya,yang mana ada pihak yang mempunyai serta mampu menghasilkan lebih dari yang dibutuhkan di samping juga ada yang tidak mampu atau mungkin hanya memiliki kesempatan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhannya.Namun melihat situasi yang ada,penipuan-penipuan yang terjadi pada perbankan atau lembaga keuangan lainnya pada umumnya terjadi pada transaksi-transaksi yang di iming-imingi dengan imbal hasil yang tinggi.Motivasi seseorang untuk berinvestasi dengan perbankan mayoritas adalah untuk memperoleh hasil yang besar tanpa melakukan hal yang besar.

B.Teori Uang dan Motif memegang Uang

Teori Uang:

Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang.Nilai uang menjadi perhatian para ekonom,karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi.Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli.

Teori uang terdiri atas dua teori,yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis:

  1. 1. Teori Uang Statis atau disebut juga teori Kualitatif Statis.

Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan:apakah sebenarnya uang?Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.

Yang termasuk teori uang statis adalah:

  1. Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP.

Uang bersifat seperti barang,nilainya tidak dibuat-buat,melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu,contoh:uang emas dan uang perak.

  1. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari.

Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.

  1. Teori Nominalisme

Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.

  1. Teori Negara
  2. Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
  3. 2. Teori Uang Dinamis.

Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang.Teori dinamis antara lain:

  1. Teori Kuantitas dari David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.. Secara rumus teori ini dapat dinyatakan dengan rumus:

  1. Teori Kuantitas dari Irving Fisher.

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang, dengan rumus sebagai berikut:

  1. Teori Persediaan Kas.

Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.

  1. Teori Ongkos Produksi.

Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Contoh:kuantitas
Jumlah uang beredar 200 juta, kecepatan peredaran uang 0,5 dan jumlah transaksi 500 ribu, berapakah:
a. Harga Barang
b. Jika uang naik 2 kali yang lain tetap, berapa Harga Barang?

Jawab:

a. Harga Barang
M = 200.000.000
V = 0,5
T = 500.000

b. Harga Barang
M = 2 x 200.000.000 = 400.000.000
V = 0,5
T = 500.000

Motif Memegang Uang:

Menurut J.M. Keynes ada 3 (tiga) alasan orang memegang uang,yaitu:

  1. Motif Transaksi (Transaction Motive).

Permintaan uang untuk bertransaksi mengacu kepada penggunaan uang untuk transaksi sehari-hari dalam pemenuhan kebutuhan sepertipembelian bahan baku, pembayaran upah dan pembayaran listrik.Uang saku bisa digunakan untuk transaksi biasanya digunakan dalam membeli makanan dan minutan,bagi siswa bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah (alat-alat tulis),dan bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari selain membeli makanan dan minutan (seperti membeli obat-obatan,sabun,pasta gigi,dll).

  1. Motif Spekulasi.

Permintaan uang untuk ditujukan memperoleh keuntungan secara cepat,karena mengetahui peluang ekonomi yang menguntungkan.

  1. Motif Berjaga-jaga (Precantionary Motive)\.

Permintaan uang untuk ditujukan kepada pemenuhan kebutuhan darurat yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya,penambahan uang untuk membayar kenaikan harga yang mendadak.Uang saku bisa digunakan untuk berjaga-jaga biasanya digunakan untuk menyumbang korban bencana alam atau untuk menyumbang fakir miskindan anak-anak terlantar dan untuk keperluan berobat apabila sakit.Orang tua juga dapat menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan dengan uang saku mereka yaitu dengan memberikan sumbangan misalnya untuk sumbangan fakir miskin dan anak terlantar.“Menurut sinar harapan.com, “Setiap siswa menerima uang saku yang berbeda-beda tergantung dari kebutuhan siswa.Jadi besarnya uang saku yang disisihkan untuk ditabungpun juga berbeda-beda.Uang saku yang ditabung bias digunakan untuk berjaga-jaga dalam memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendadak pada masa depan. Menabung, dianjurkan agar anak-anak menyisihkan uang sakunya untuk ditabung sekitar 10-20 persen dari uang saku yang mereka terima.

C.Bank Sentral dan Bank Umum

Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa.Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang.Perkembangan perbankan di Asia,Afrika dan Amerika]] dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia,Afrika maupun benua Amerika.Bila ditelusuri,sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang.Sehingga dalam sejarah perbankan,arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang.Dalam perjalanan sejarah kerajaan tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain.Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer).Kemudian dalam perkembangan selanjutnya,kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan.Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang.Uang yang disimpan oleh masyarakat,oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya.Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

BANK SENTRAL:

Bank Sentral adalah pelaksana dari kebijaksanaan moneter pemerintah yang ditetapkan oleh dewan moneter.Dewan moneter tersebut merupakan pengelola moneter yang diketuai oleh Menteri Keuangan dan anggotanya adalah Menteri Perdagangan dan Gubernur Bank Sentral.Nama Bank Sentral disesuaikan dengan nama negara yang bersangkutan.Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI).Pada awalnya bank sentral disebut sebagai bank of issue atau bank sirkulasi karena tugasnya dalam menerbitkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam suatu Negara dan mempertahankan konversi uang dimaksud terhadap emas atau perak atau keduanya.Tujuan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia diatur secara jelas dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No.3 Tahun 2004.Tujuan Bank Indonesia ditetapkan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.Kestabilan nilai rupiah yang dimaksudkan dalam undang-undang tersebut adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa serta terhadap mata uang negara lain.

Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa dapat diukur dengan atau tercemin pada perkembangan laju inflasi.Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain diukur berdasarkan atau tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah (kurs) terhadap mata uang negara lain.Penetapan tujuan tunggal pemeliharaan stabilitas nilai tukar rupiah dalam undang-undang menjadikan sasaran yang harus dicapai dan batas tanggung jawab Bank Indonesia akan semakin jelas dan terfokus.Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan undang-undang Bank Indonesia mempunyai tiga tugas,yaitu sebagai berikut:

  1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.

Pengendalian moneter ini dilakukan di antaranya dengan cara operasipasar terbuka, penentuan tingkat suku bunga,dan pengendalian cadangan uang kas yang dimiliki oleh bank-bank lainnya.

  1. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Untuk tugas yang demikian ini,maka Bank Indonesia memiliki wewenang memberikan persetujuan atas penyelenggaraan jasa system pembayaran dan mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran ini untuk memberikan laporan kegiatan serta penetapan penggunaan alat pembayaran.

  1. Mengatur dan mengawasi bank.

Untuk tugas ini,maka Bank Indonesia berwenang memberikan dan mencabut izin usaha perbankan,memberikan izin pembukaan,penutupan dan pemindahan kantor perbankan serta memberikan izin kepemilikan dan kepengurusan bank.

  1. Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort).

Untuk tugas ini,maka bank sentral berperan sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum dalam bentuk, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Dalam melaksanakan tugasnya Bank Indonesia dipimpin oleh dewan gubernur yang terdiri atas seorang gubernur,seorang deputi gubernur senior dan sekurang-kurangnya empat orang atau sebanyak-banyaknya tujuh orang deputi gubernur.Apabila gubernur atau deputi senior gubernur berhalangan,maka akan menunjuk seorang deputi gubernur untuk memimpin dewan gubernur.Gubernur,deputi gubernur senior,dan deputi gubernur diusulkan dan diangkat oleh presiden dengan persetujuan DPR untuk masa jabatan 5 tahun dan untuk

selanjutnya bisa diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan selanjutnya.Modal Bank Indonesia ditetapkan berjumlah sekurang-kurangnya 2 triliun rupiah.

BANK UMUM:

Bank umum atau bank perdagangan adalah bank yang bukan saja dapat meminjamkan atau menginvestasikan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya,tetapi juga dapat memberikan

pinjaman dari menciptakan sendiri uang giral.

Bank umum merupakan lembaga keuangan yang paling penting dan berpengaruh dalam kegiatan ekonomi.Ini disebabkan bank umum mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak

dimiliki oleh lembaga-lembaga keuangan lainnya,di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tabungan dapat diambil dengan cek.

Salah satu keistimewaan itu adalah kesanggupan bank umum untuk menciptakan tabungan yang dapat sewaktuwaktu diambil dengan menggunakan cek,yaitu tabungan giral.

  1. Menciptakan daya beli.

Keistimewaan yang kedua dari bank umum bersumber dari kemampuannya untuk menciptakan daya beli baru untuk menghapuskan daya beli yang ada di dalam perekonomian.Kegiatan mencipta atau menghapuskan uang ini dilakukan oleh bank umum apabila ia memberikan atau membatalkan pinjaman kepada para nasabahnya.

  1. Memberi pinjaman jangka pendek.

Keistimewaan yang ketiga dari bank umum bersumber dari corak kegiatannya,yaitu meminjamkan uang yang dilakukannya.Bank umum terutama memberikan pinjaman jangka pendek.Ini berarti bank umum merupakan suatu badan yang berperan penting bagi perusahaan-perusahaan untuk menyesuaikan keadaan keuangan dengan gerak naikturunnya kegiatan ekonomi.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum di antaranya adalah:

  1. Memberi dan menerima pinjaman dari perusahaan lain atau masyarakat;
  2. Menerima titipan barang-barang berharga;
  3. Melakukan kegiatan valuta asing;
  4. Melayani jasa pengiriman uang (transfer) antar bank;
  5. Melakukan giro dan inkaso antarbank;
  6. Tidak boleh melakukan usaha asuransi tetapi boleh mendirikan anak perusahaan yang melakukan usaha asuransi.

Contoh dari bank umum seperti Bank Mandiri, BNI 1946, BCA,dan Bank Mega.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Perbedaan utama antara bank umum dengan BPR terletak pada pemberian jasa lalu lintas pembayaran.Bank Umum dapat memberikan jasa lalu lintas pembayaran karena bank umum

diperbolehkan menerima simpanan masyarakat dalam bentuk rekening giro,yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau alat pembayaran lalu lintas giral lainnya dan ikut serta dalam kegiatan kliring.Terkait dengan hal ini,bank umum dapat menciptakan uang giral sehingga bank umum juga disebut Bank Pencipta Uang Giral (BPUG).Sementara itu,BPRtidak diperkenankan menerima simpanan masyarakat dalam bentuk rekening giro dan juga tidak dapat ikut serta kegiatan kliring sehingga disebut bank yang tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.

Usaha yang dapat dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat(BPR) adalah sebagai berikut:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito.
  2. Memberikan pinjaman kepada masyarakat.
  3. Menyediakan fasilitas pertukaran valuta asing.

BPR dilarang untuk melakukan usaha:

  1. Menerima simpanan dalam bentuk giro;
  2. Melakukan lalu lintas moneter, seperti transfer, kliring, atau wesel;
  3. Melakukan pembayaran ke luar negeri;
  4. Melakukan usaha asuransi.

Bank Syariah:

Bank syariah atau bank yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil,sebenarnya bukanlah bank baru di Indonesia.Bank syariah sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1992,yaitu dengan beroperasinya bank Muamalat Indonesia.Namun,bank syariah diatur secara formal sejak di amendemennya UU No.7 Tahun 1992 dengan UU No.10 Tahun 1998 dan UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.Sejak itu mulai berkembanglah bank dengan prinsip bagi hasil di Indonesia.Berbeda dengan bank yang beroperasi secara konvensional yang mempergunakan suku bunga,bank syariah beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil.Seorang penabung di bank syariah tidak menerima pendapatan bunga dari uang yang ditabung,tetapi menerima pendapatan bagi hasil dari dana yang ditanamkan di bank.Demikian juga dengan pembiayaan berdasarkan bagi hasil(kalau bank umum disebut sebagai kredit),bank tidak mendapatkan pendapatan bunga kredit,tetapi memperoleh pendapatan bagi hasil.Karena terdapat perbedaan dalam cara operasinya,pengaturan dan pengawasan terhadap bank syariah juga berbeda.Peranan Bank Indonesia dalam pengembangan bank syariah adalah dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi perkembangan bank syariah yang sehat dan konsisten (istiqomah) terhadap prinsipprinsip syariah. Atau lebih konkretnya mewujudkan perbankan syariah yang mampu menggerakkan sektor riil melalui kegiatan pembiayaan yang berbasis ekuitas dalam kerangka tolongmenolong dan menuju kebaikan guna mencapai kemaslahatan umat.

Prinsip-prinsip bank syariah adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip Mudharabah

Bank memberikan modal, para nasabah memberikan keahliannya,sedangkan laba dibagi menurut rasio nisbah yang disetujui.

  1. Prinsip Murabahah

Para nasabah bank membeli suatu produk komoditi menurut rincian tertentu dan menghendaki agar bank mengirimkannya kepada mereka berdasarkan imbalan harga tertentu menurut persetujuan awal antara kedua belah pihak.

  1. Prinsip Musharakah

Baik bank mapun klien menjadi mitra usaha dengan menyumbang modal dalam berbagai tingkat dan mencapai kata sepakat atas rasio laba di muka untuk waktu tertentu.

D.Kebijaksanaan Moneter

Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan dalam sebuah tabel berikut.

Dalam ere perekonomian global,interaksi ekonomi antar negara merupakan salah satu aspek penting dari perkembangan ekonomi suatu negara yang semakin terbuka.Dengan semakin besarnya keterkaitan antar negara,maka semakin terbuka pula perekonomian negara yang bersangkutan seperti yang tercermin pada peningkatan transaksi perdagangan dan arus dana antarnegara.Keterbukaan perekonomian suatu negara akan membawa konsekuensi pada perencanaan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi makro,termasuk kebijakan moneternya.Indonesia sebagai salah satu negara yang menganut keterbukaan ekonomi mau tidak mau juga harus memilki strategi tersendiri dalam melaksanakan kebijakan moneternya.Pasang surut perkembangan perekonomian di Indonesia terlebih dengan adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa konsekuensi tersendiri bagi arah kebijakan perekonomian secara makro khususnya arah kebijakan moneter itu sendiri.Bank Indonesia sebagai otoritas moneter berusaha melakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan upaya pemulihan perekonomian Indonesia yang mengalami keterpurukan akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan.Kebijakan moneter yang dilakukan dalam rangka pengendalian jumlah uang beredar (JUB),dapat dilakukan melalui beberapa instrumen.

Adapun instrument kebijakan moneter di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Kebijakan Moneter Kualitatif adalah kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam bentuk himbauan moral kepada para pemimpin bankbank umum agar ikut mengamankan apa yang menjadi kebijakan Bank Indonesia.Ujud kebijakan moneter kualitatif ini antara lain: (1) bujukan moral (moral suasion); (2) kredit selektif dan lainnya.
  2. Kebijakan Moneter Kuantitatif adalah kebijakan moneter dalam rangka,pengendalaian jumlah uang yang beredar melalui pengendalian besaran,moneter yang berujud angka-angka atau kuantitatif.Ujud kebijakan moneter kuantitatif antara lain:(1) Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) yaitu dalam bentuk keterlibatan BI dalam pengendalian JUB dengan cara intervensi atau terjun ke pasar untuk menjual atau membeli surat berharga;

Politik Diskonto/ Kebijakan Suku Bunga (Discount Rate Policy) yaitu;kebijakan BI dalam pengendalian JUB dengan cara menaik-turunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI); (3) Kebijakan Nisbah Cadangan atau cash ratio yaitu kebijakan BI dalam pengendalian JUB dengan cara,menaik-turunkan prosentase Cadangan Wajib yang harus disetor oleh bankbank umum dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh bank-bank

umum.

Kebijakan moneter di Indonesia diarahkan untuk mengatasi terjadinya inflasi

dan upaya pemerintah dalam rangka menstabilkan harga.Ada beberapa upaya

yang dilakukan untuk mencapai usaha ke arah tersebut antara lain:

  1. Penerapan sasaran inflasi

Sejak tahun 2000 Bank Indonesia menetapkan dan mengumumkan sasaran inflasi yang akan dicapai melalui kebijakan moneter, yaitu jangka menengah-panjang (3-5 tahun kedepan) yang saat ini sebesar 6% utk tahun 2006.

  1. Kebijakan moneter mengarah ke depan

Kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan ke depan melalui pengembangan model-model proyeksi ekonomi,nilai tukar dan inflasi.

  1. Transparansi
  2. Penjelasan secara periodik mengenai pelaksanaan kebijakan moneter dilakukan oleh bank Indonesia baik pada setiap awal tahun,triwulan,bulanan maupun mingguan.
  3. Akuntabilitas

Sesuai dengan UU No 3 tahun 2004 bank indonesia diwajibkan untuk menyampaikan laporan tahunan dan laporan triwulanan mengenai pelaksanaan tugas dan wewenangnya termasuk kebijakan moneternya kepada DPR.

D.Soal Latihan

  1. Di bawah ini adalah macam-macam fungsi uang,kecuali:
    1. Sebagai alat tukar.
    2. Sebagai alat penimbun kekayaan.
    3. Sebagai satuan hitung.
    4. Sebagai penyimpan nilai.

  1. Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah,dan dikeluarkan oleh Bank Indonesia disebut sebagai:
    1. Uang giral.                                                 C. Uang logam.
    2. Uang kartal.                                              D. Cek.
  1. Dibawah ini merupakan contoh uang giral,kecuali:
    1. Cek.                                                          C. Travelers cheque.
    2. Telegraphic transfer.                                 D. Uang kartal.
  1. Perhatikan pernyataan dibawah ini:

a)    Mempermudah dalam pembayaran karena tidak perlu menghitung jumlah uang,hanya menuliskan jumlah nominal dalam kertas,

b)    Lebih aman karena tidak perlu dibawa kemana-mana,

c)    Lebih likuid dibandingkan dengan uang kartal,

d)    Nilainya tidak terbatas,

e)    Dapat diterima disemua tempat.

Dari pernyataan diatas,yang termasuk keuntungan dalam menggunakan uang giral adalah:

  1. a, b dan c.                                                            C. a,b dan d.
  2. a,b dan d.                                                  D. b,c dan d.
  1. Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran secara kredit , hal ini merupakan fungsi turunan uang sebagai:
    1. Pembentuk kekayaan.                             C. Pembentuk modal.
    2. Penunda pembayaran.                             D. Alat penyimpan kekayaan.
  1. Berikut ini adalah pengelompokan bank berdasarkan fungsinya,kecuali:
    1. Bank umum. C. Bank sentral
    2. Bank perkreditan rakyat.                          D. Bank tabungan Negara.
  1. Berikut adalah tugas Bank Indonsia,kecuali:
    1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
    2. Menetapkan nilai suku bunga tabungan yang berlaku di bank-bank.
    3. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran.
    4. Mengatur bank-bank.
  1. Menurut teori permintaan uang Cambridge Equation oleh D.H Robertson , pengertian uang adalah:
    1. Alat tukar.
    2. Alat pembayaran.
    3. Daya beli uang untuk membeli barang-barang.
    4. Daya jual.
  1. Nona X mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar US$1.000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000.Kurs jual US$1=Rp7.200,00 dan ¥1=Rp240,00;sedangkan kurs beli US$1=Rp7.000,00 dan ¥1=Rp250,00.Berapa rupiah uang yang akan diterima Nona X sebagai pemilik valuta asing,Nona X sebagai orang yang berniat untuk menukar valuta asingnya atau menjualnya kepada Bank atau money changer.Berapa uang yang akan diperoleh oleh Nona X:
    1. Rp 8.050.000,00                                       C. Rp 8.250.000,00
    2. Rp 8.150.000,00                                       D. Rp 8.350.000,00

10.  Motif seseorang untuk memiliki uang adalah sebagai berikut , kecuali …

  1. Konsumsi.                                                 C. Berjaga-jaga.
  2. Spekulasi.                                                 D. Jawaban tidak ada yang benar.

JAWABAN:

  1. D                                                                     6   . A
  2. B                                                                      7   . D
  3. D                                                                     8   . C
  4. A                                                                      9   . C
  5. B                                                                      10 . D

BAB 111

PENUTUP

1.     KESIMPULAN

Dari hasil rangkuman di atas maka dapat disimpulkan,sebagai berikut:

  1. Dalam konsep “Pendapatan Nasional” ada 3 (tiga) yang perlu dipahami,yaitu:
    1. Agar mengetahui dan memahami definisi atau pengertian dari Pendapatan Nasional.
    2. Menjelaskan bagaimana menghitung Pendapatan Nasional.
    3. Memahami masalah dan keterbatasan Pendapatan Domestik Bruto.
    4. Dalam konsep “Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi” ada 5 (lima) yang perlu dipahami,yaitu:
      1. Dapat mengetahui dan memahami keseimbangan dan Pendapatan Nasional.
      2. Menggambarkan dan menjelaskan arti konsumsi,tabungan dan investasi.
      3. Dapat menghitung Angka Pengganda.
      4. Dapat menghitung dan menjelaskan Pendapatan Nasional dengan Analisis Variabel Investasi.
      5. Memahami hubungan antara pertumbuhan ekonomi,inflasi dan pengangguran.
      6. Dalam konsep “Uang,Bank dan Penciptaan Uang” ada 4 (empat) yang perlu dipahami,yaitu:
        1. Memahami pengertian Uang dan Bank.
        2. Dapat memahami dan menjelaskan Motif Memegang Uang.
        3. Dapat memahami pengertian Bank Sentral dan Bank Umum.
        4. Memahami Kebijakan Moneter.

2.     SARAN

Diharapkan mahasiswa dan pembaca makalah ini mengetahui pentingnya Pendapatan Nasional,mengetahui Pendapatan Nasional Perekonomian Tertutup Sederhana serta Pertumbuhan Ekonomi dan memahami pengertian Uang,Bank dan bagaimana penciptaan Uang.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Tim Abdi Guru. Ekonomi SMA penerbit Erlangga.
  2. Arsyad, Lincolin. Ekonomi Mikro. Ed.1. Yogyakarta : BPEE, 1991.
  3. Wijaya, Faried. Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPEE, 1989 .
  4. R.G. Thomas, Our Modern Banking.
  5. Anoraga, Pandji, dan Ninik Widyanti. 1992. Pasar Modal: Keberadaan dan Manfaatnya bagi Pembangunan.Jakarta: Rineka Cipta.
  6. Warjiyo, Perry. 2004. Bank Indonesia Bank Sentral Republik Indonesia, Sebuah
  7. Pengantar. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK).
  8. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  9. Biro Pusat Statistik. 1995. Statistik 50 Tahun Indonesia Merdeka.2000. Ekonomi Moneter. Buku 1, Cetakan Ketujuh. Yogyakarta: Badan Penerbit .akultas Ekonomi UGM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s