TEORI ORGANISASI UMUM 2 (SAP BAB 1) AKADEMIS

Posted: April 3, 2010 in KaMPuS!, MakalaH TeORi oRGaNiSaSi uMuM 2
Tags:

MAKALAH AKADEMIS

“TEORI ORGANISASI UMUM 2”

Dosen pembimbing         : NURHADI

Kelas                                      : 2 KA 21

Disusun Oleh                       : DEDI IRAWAN            (10108506)

PROGRAM STUDI S-1 SISTEM INFORMASI

GUNADARMA

JL.KH.Noor Ali Kalimalang

Bekasi Telp.(021)88860117

2009

KATA PENGANTAR

Dengan rendah hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan melimpahkan rahmat dan hidayahnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.Maksud dan tujuan dari penulisan buku ini adalah sebagai tugas akademis yang diberikan dosen dalam mata kuliah “TEORI ORGANISASI UMUM 2” untuk membantu mahasiswa pada umumnya dan khususnya penulis sendiri dalam mempelajari ruang lingkup ekonomi,penentuan harga permintaan dan penawaran serta ilmu perilaku konsumen, sehingga mahasiswa lebih mudah mengkaji, memahami, dan menerapkannya.

Makalah ini disusun berdasarkan hasil rangkuman dari beberapa buku sebagai referensi yang membahas sistem perekonomian.Meskipun demikian, bukan berarti makalah ini sudah cukup sebagai bekal materi mata kuliah.Guna pemahaman lebih lanjut pembaca diwajibkan mengembangkannya sendiri dengan membaca sumber aslinya sebagaimana ditunjukkan pada buku acuan atau mencari sumber yang lain yang lebih lengkap.Sekali lagi ditekankan bahwa makalah ini hanya sebagai pemandu, sedangkan pemahaman labih jauh disertakan pada masing-masing pembaca.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu mohon dengan sangat kepada semua pihak untuk memberikan komentar, kritik, dan saran demi perbaikan materi dan penyajian makalah ini.

Bekasi,  Maret 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1.PENDAHULUAN

  1. Latar belakang………………………………………………………………………………………
  2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………
  3. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………………..
  4. Metode Penulisan……………………………………………………………………………………
  5. Ruang Lingkup………………………………………………………………………………………

BAB 11. PEMBAHASAN

  1. Ruang Lingkup Ekonomi
    1. Definisi dan Metodologi Ekonomi…
    2. Masalah Pokok ekonomi dan pengaruh Mekanisme Harga…
    3. Sistem Perekonomian…
    4. Soal Latihan…
  1. Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran…
    1. Pengertian Permintaan dan Penawaran…
    2. Hukum Permintaan dan Penawaran…
    3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran…
    4. Penentuan Harga Keseimbangan…
    5. Soal Latihan…
  1. Perilaku Konsumen
    1. Pendahuluan…
    2. Pendekatan Perilaku Konsumen…
      1. Pendekatan Kardinal…
      2. Pendekatan Ordinal…
  2. Konsep Elastisitas…
    1. Harga…
    2. Silang…
    3. Pendapatan…
  3. Soal Latihan…

BAB 111. PENUTUP

  1. Kesimpulan…
  2. Saran…

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.       LATAR BELAKANG

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan.Melalui karya besarnya Wealth of Nations,Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa.Sebagai seorang ekonom,Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutamayang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments.Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes,Karl Marx,hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006,Edmund Phelps.Secara garis besar,perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik.

Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya,dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini.Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham.Sebagai penanding aliran klasik,Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment,Interest,and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan,dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya.Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmuekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti:new classical, neo klasik,new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain,seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels,serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C.

2.       RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :

  1. Ruang Lingkup Ekonomi
    1. Definisi dan Metodologi Ekonomi,
    2. Masalah Pokok ekonomi dan pengaruh Mekanisme Harga,dan
    3. Sistem Perekonomian.
  1. Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran
    1. Pengertian Permintaan dan Penawaran,
    2. Hukum Permintaan dan Penawaran,
    3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran,dan
    4. Penentuan Harga Keseimbangan.
  1. Perilaku Konsumen
    1. Pengertian Perilaku Konsumen
    2. Pendekatan Perilaku Konsumen
  • Pendekatan Kardinal,dan
  • Pendekatan Ordinal.
  1. Konsep Elastisitas
    1. Harga,
    2. Silang,dan
    3. Pendapatan.

3.       TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah:

  1. Melatih mahasiswa menyusun makalah dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
  2. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang “Sistem Perekonomian Di Indonesia”.
  3. Mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana cara menentukan harga,hukum, faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beserta penentuan harga keseimbangan.
  4. Mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana cara menganalisi perilaku konsumen
  5. Mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana kaitan antara analisis perilaku konsumen dan strategi pemasaran.

4.       METODE PENULISAN

Dari banyak metode yang penulis ketahui,penulis menggunakan metode kepustakaan.Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet).Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis,efektif,efisien,serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data-data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk pembuatan makalah ini.

5.       RUANG LINGKUP

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai ;

  1. Ruang Lingkup Ekonomi,
  2. Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran,dan
  3. Perilaku Konsumen.

BAB 11

PEMBAHASAN

1.Ruang Lingkup Ekonomi

A.Definisi dan Metodologi Ekonomi

Definisi Ekonomi;

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (scarcity).Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga”,rumah tangga dan  “nomos” atau “peraturan,aturan,hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Secara umum,subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara,yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi.Selain itu,subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif,mainstream vs heterodox,dan lainnya.Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga,bisnis,dan pemerintah.Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya.Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan diatas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas.Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan.Misalnya bidang pendidikan,pernikahan,kesehatan, hukum,kriminal,perang,dan agama.

Metodologi Ekonomi;

Sering disebut sebagai The queen of social sciences,ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi.Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri,yang mengkombinasikan matematika,statistik,dan teori ekonomi.Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum),yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat,dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya.Di lain pihak,metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi.Aspek-aspek tersebut adalah:

  1. Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan.Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
  2. Jenis-jenis analisis ekonomi.
  3. Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
  4. Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

B.Masalah Pokok ekonomi dan pengaruh Mekanisme Harga

Masalah Pokok Ekonomi;

  1. 1. Masalah Pokok Ekonomi  Menurut Aliran Klasik

Dari keterbatasan sumber daya dan keinginan yang tidak terbatas munculah masalah pokok ekonomi.Masalah pokok ekonomi telah ada sejak dulu dan tetap ada hingga sekarang.  Berikut ini kita akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi moderen.Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang.Kemakmuran menunjukkan suatu keadaan yang seimbang antara kebutuhan dengan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat adalah tidak mudah.

Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.Menurut teori ilmu ekonomi klasik,masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan  kepada tiga permasalahan penting,yaitu masalah produksi,masalah distribusi,dan masalah konsumsi.

a). Masalah produksi

Produksi menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda untuk mencapai kemakmuran,barang-barang kebutuhan harus tersedia ditengah masyarakat.Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.Munculnya pertanyaan di atas tersebut tidak lain karena heterogennya masyarakat.Dengan demikian,kekhawatiran apabila memproduksi barang tertentu,tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.

b). Masalah Distribusi

Agar barang atau jasa yang telah dihasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan saran dan prasarana disribusi yang baik.Contoh, dari kebun hasil panen perlu alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik agar hasil panen cepat sampai ketangan konsumen dan tidak tertimbun di produsen.

c). Masalah Konsumsi

Konsumsi menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.Hasil produksi yang telah didistribusikan pada masyarakat idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula.Persoalan yang muncul apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakt yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaimana mestinya ?

  1. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Moderen

Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.Para ahli ekonomi moderen sepakat bahwa dengan sumber daya yang tersedia, paling sedikit ada tiga masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.

a. Barang dan Jasa apa yang akan diproduksi dan berapa banyak ? (What and How Much ?)

Mengingat bahwa sumber produksi yang tersedia terbatas dan penggunaannya bersifat alternatif, maka masyarakat harus menentukan jenis dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi.Masyarakat dapat memilih satu atau beberapa jenis barang dan jasa yang akan diproduksi dengan perbandingan tertentunya yang dipandang paling menguntungkan dan memberikan manfaat yang paling besar bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan.Bila saja suatu negara tertentu memproduksi senjata, peluru nuklir atau bahkan komputer.Di sisi lain banyak memproduksi bahan pangan seperti beras, gandum, sayuran, dan buah-buahan.Lalu dari mana senjata untuk angkatan perang ? dengan adanya kegiatan perdagangan internasional kebutuhan senjata dapat dipenuhi dengan cara membeli dari negara yang memproduksi senjata tersebut.Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang atau jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?

b. Bagaimana cara memproduksi ? (How ?)

Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya yang ada di dalam proses produksi.Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu menciptakan teknik produksi yang efisien.Untuk itu kemajuan dalam bidang ilmu dan dan teknologi produksi perlu ditingkatkan.Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah:

– Bagaimana barang tersebut diproduksi?

– Siapa yang memproduksi?

– Sumber daya apa yang digunakan?

– Teknologi apa yang digunakan?

c. Untuk siapa barang dan jasa dihasikan (for Whom ?)

Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat mana yang menikmati barang jasa yang diproduksi.Apakah setiap warga mendapat bagian yang sama atau berbeda ?

Apakah barang atau jasa hanya untuk orang kaya saja? Apakah pendapatan nasional telah didistribusikan secara adil? Haruskah gajih para manajer sepuluh kali lipat dari buruh? Apakah proyek mobil murah perlu dilaksanakan agar penduduk berpendapatan rendah dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang ? jasa diproduksi.

Ketiga masalah di atas yaitu what, how dan for whom bersifat fundamental dan bersifat kait-mengait satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupan negara yang sudah maju.Namun,tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: Untuk siapa (for whom) barang yang akan diproduksi? – Siapa yang harus menikmati?

C.Sistem Perekonomian

Permasalahan masyarakat yang telah disebutkan sebelumnya diusahakan pemecahannya. Usaha tersebut diwujudkan melalui sistem ekonomi yang dipilih suatu negara.System ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada system ekonomi yang dipilih.

Secara umum, terdapat empat system ekonomi yaitu;

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Dalam system ekonomi trdisional,masalah apa,bagaimana,dan untuk siapa,dijawab dengan adanya adat atau tradisi turun-temurun.Adat ini diwariskan secara konsisten kepada generasi-generasi berikutnya.Kita bisa melihat bagaimana suatu suku tradisional di Lembah baliem,Irian Jaya dalam menjawab masalah-masalah ekonomi mereka.Semanya telah diatur dengan rapi,yaitu dengan adat.Adat sangat menentukan kapan masa berperang,kapan mengadakan panen,system pertanian yang dipakai,dan lain-lain.Bagi kita yang berada di luar,mungkin hal tersebut terasa ganjil dan tak masuk akal.Namun, bagi mereka itulah solusi yang paling baik dan mampu memberikan jawaban bagi permasalahan yang mereka hadapi.

System ekonomi tradisional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1)      Tidak adanya pemisah yang tegas antara rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi sehingga dianggap masih dalam satu kesatuan.

2)      Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana.

3)      Tidak terdapat pembagian kerja, jikapun ada masih sangat sederhana.

4)      Tidak ada hubungan dengan dunia luar sehingga masyarakatnya sangat statis.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas,dapat disimpulkan bahwa system ekonomi tradisional mempunyai kebaikan,yaitu terjadinya persaingan yang sehat serta tidak menimbulkan tekanan jiwa dalam masyarakat karena anggota masyarakat tidak dibebani oleh target-target tertentu yang harus dicapai,namun demikian,sistem ekonomi tradisional ini juga mempunyai kelemahan,yaitu masyarakatnya sulit berkembang.

2. Sistem Ekonomi Komando

Sisi ekstrim system ekonomi lainnya adalah system ekonomi komando atau perencanan terpusat.Dalam system ekonomi ini, pemerintah sangat dominan.Peran ini diwujudkan dalam satu komando, baik produksi maupun konsumsi.Pemerintah akan menentukan apa,bagaimana dan untuk siapa barang yang diproduksi.Pemerintah juga menentukan siapa saja yang kaya dan siapa saja yang miskin.

System ekonomi terpusat memiliki ciri-ciri sebagai berikut;

1)      Kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, dan distribusi) diatur oleh pemerintah

2)      Kebebsan individu dalam berusaha tidak ada.

3)      Kebebasan individu dalam memiliki kekayaan pribadi tidak ada.

4)      Kepemilikan alat produksi sepenuhnya pada pemerintah.

5)      Kegiatan ekonomi tidak melibatkan masyarakat atau swasta.

3. Sistem Ekonomi Pasar

Jika system ekonomi komando dikendalikan oleh pemerintah,maka lain dengan system ekonomi pasar (sistem ekonomi liberal) yang menyerahkan jawaban permasalahan ekonomi seluruhnya kepada pasar.

Dalam system ekonomi pasar,system harga,pasar dan laba sangat menentukan jawaban terhadap pertanyaan apa,bagaimanan dan untuk siapa.Orang yang ingin mendapatkan laba haruslah menguasai pasar (jika bisa 100%) dengan mengandalkan teknologi yang maju dan harga yang tinggi.

System ini cenderung membuat suatu monopoli dan persaingan tidak sehat.Asalkan untuk mendapatkan keuntungan segala cara dilakukan.Perusahaan-perusahaan bersaing sangat bebas karena peranan pemerintah sama sekali tidak ada.

Sistem ekonomi liberal memiliki beberapa ciri utama sebagai berikut.

1)      Kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan dan diaksanakan oleh swasta atau masyarakat.

2)      Kebebasan masyarakat untuk memiliki alat-alat produksi dan berusaha diakui.

3)      Hak milik perorangan diakui.

4)      Keikutsertaan pemerintah dalam bidang ekonomi dilakukan tidak secara langsung dan hanya terbatas pada pembuatan peraturan dan kebijakan ekonomi.

5)      Kebebasan masyarakat untuk berinovasi dan berimprovisasi diakui dan dihormati.

6)      Kegiatan yang dilaksanakan bersifat profit oriented.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Haruslah kita sadari bahwa pada saat ini tidak ada satu pun negara yang secara tegas menganut satu diantara tiga system ekonomi tersebut.Baik China yang berfaham komunis dan sangat besar kemungkinannya menerapkan system ekonomi komando,maupun Amerika Serikat yang menjadi kiblat dari ekonomi pasar,tidak secara tegas menyatakan bahwa system ekonomi yang mereka pakai adalah system ekonomi komando atau system ekonomi pasar.

Kecenderungan saat ini adalah adanya sistem ekonomi campuran (mixed economy),yaitu mengambil sebagian unsur-unsur pasar,tradisional,dan komando.Hal ini didasari kesadaran saling ketergantungan antar negara dan adanya pengaruh ekonomi global.

Dalam system ekonomi campuran,mekanisme harga dan pasar bebas yang dianut oleh system ekonomi pasar bebas dapat berdampingan dengan adanya perencanaan dari pusat seperti yang dianut oleh sisem ekonomi campuran terdapat peranan pemerintah untuk mengendalikan pasaran yang bertujuan agar ekonomi tak lepas sama sekali dan menguntungkan pasar pemilik modal yang besar sehingga membentuk monopoli

C.Soal Latihan

  1. Siapa yang pertama kali mengembangkan ilmu ekonomi:
    1. Karl Marx.                                                   C. Friedrich Engels.
    1. Adam Smith.                                              D. Thorstein Veblen.
      1. Ilmu ekonomi,adalah:
        A. Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan dalam bermasyarakat.
        B. Ilmu yang mempelajari tentang perhitungan keuangan.
        C. Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
        D. Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan peperangan.
      2. Kata “ekonomi” berasal dari kata Yunani “oikos” dan  “nomos” yang berarti:
        1. Aturan individu.B. Aturan rumah tangga.
          C. Aturan masyarakat.
          D. Aturan pemerintahan.

          1. Orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja,disebut:
            A. Ahli Bahasa.                                              C. Ahli Hukum.
            B. Ahli Ekonomi.                                           D. Ahli Manajemen.

            1. Faktor-faktor yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi, adalah:
              A. Kegiatan perdagangan internasional.

              B. Kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan dan diaksanakan oleh swasta atau masyarakat.
              C. Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
              D. Teknologi yang digunakan.

              1. Berikut ini adalah pokok masalah ekonomi masyarakat berdasarkan teori ilmu ekonomi klasik,kecuali:
                A. Masalah distribusi.                                     C. Masalah konsumsi.
                B. Masalah keuangan.                                     D. Masalah produksi.

                1. Manakah diantara sistem ekonomi yang menyerahkan mekanisme harga dan pasar bebas dapat berdampingan dengan adanya perencanaan dari pusat:
                  A. Sistem ekonomi tradisional.                                   C. Sistem ekonomi pasar.
                  B. Sistem ekonomi komando.                                    D. Sistem ekonomi campuran.

                  1. Manakah diantara sistem ekonomi yang merupakan ciri-ciri dari sistem ekonomi pasar:
                    A. Keikutsertaan pemerintah dalam bidang ekonomi dilakukan tidak secara langsung dan hanya terbatas pada pembuatan peraturan dan kebijakan ekonomi.
                    B. Kepemilikan alat produksi sepenuhnya pada pemerintah.
                    C. Tidak ada hubungan dengan dunia luar sehingga masyarakatnya sangat statis.
                    D. Tidak terdapat pembagian kerja, jikapun ada masih sangat sederhana.
  1. Sistem ekonomi yang tidak ada hubungan dengan dunia luar sehingga masyarakatnya sangat statis,merupakan sistem ekonomi:

A. Tradisional.                                               C. Pasar.
B. Komando.                                                   D. Campuran.

10.  Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi:

A. kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi makanan maupun mengkonsumsi (menggunakan) makanan tersebut.

B. kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.

C. kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi emas,perak,dan lain-lain.

D. kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang tersebut.

Jawaban

  1. B                                                                      6 .  B
  2. C                                                                      7 .  D
  3. B                                                                      8 .  A
  4. B                                                                      9 .  A
  5. C                                                                      10. B

2.Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

A. Pengertian Permintaan dan Penawaran

Pengertian Permintaan;

Permintaan (demand) adalah berbagai jumlah barang dan jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu
Permintaan disini digolongkan menjadi beberapa,yaitu:

  1. Permintaan dilihat dari daya beli konsumen ada 3 yaitu:

1)      Permintaan Efektif

permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang disertai dengan daya beli.

2)      Permintaan Absolut

Permintaan yang tidak didukung oleh daya beli namun cuma oleh angan-angan. Contoh:

Seorang anak SMA yang ingin membeli sebuah Laptop yang seharga 7.500.000

Namun dia tidak mempunyai uang untuk membelinya.

3)      Permintaan Potensial

Permintaan yang akan diwujudkan dengan sejumlah uang yang dimiliki.

Contoh:

Seorang ibu yang hanya mempunyai uang 15.000. dia ingin membelikan baju bagi anaknya yang berumur 6 tahun jadi ibu itu mencari baju yang seharga sesuai dengan uang yang dia miliki.

  1. Permintaan dari segi pendapatan;

1)      Permintaan konsumen adalah permintaan seluruh anggota masyarakat akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Contohnya adalah membeli makanan.

2)      Permintaan Pengusaha adalah permintaan akan faktor-faktor produksi untuk membuat barang atau jasa.

Contohnya suatu perusahaan roti membeli tepung untuk membuat roti.

3)      Permintaan Pemerintah adalah permintaan oleh pemerintah untuk pengeluaran belanja pemerintah.

4)      Permintaan luar negeri adalah permintaan barang dan jasa yang datang dari luar negeri.

Contohnya adalah barang-barang ekspor.

  1. Permintaan dilihat dari jumlah pemintanya.

Permintaan Individu adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Permintaan individu ditentukan oleh hal-hal berikut :

1)      Harga.
Harga merupakan faktor utama yang mempengaruhi seseorang dalam membeli suatu produk.jika harga produk itu semangkin meningkat maka konsumen tersebut akan berusaha mengurangi pembelian produk.

2)      Pendapatan.
Jika pendapatan meningkat biasanya permintaan juga meningkat, tapi jika seseorang mempunyai pendapatan yang menurun atau bahkan dikeluarkan dari pekerjaan dan tidak mempunyai pendapatan maka kita akan mengurangi permintaan kita.

3)      Jika barang lain yang berkaitan.

Jika barang lain yang berkaitan mengalami penurunan maka orang akan memilih barang tersebut daripada barang ayang akan dibeli.Sebagai contoh harga the mengalami penurunan maka orang akan memilih membeli the daripada membeli kopi yang biasa diminum.

4)      Selera
Jika seorang siswa menyukai pentol goreng, maka dia akan membeli pentol goreng dalam porsi yang cukup banyak daripada membeli manisan.

5)      Ekspetasi
Ekspetasi sangat berpengaruh pada niat seseorang untuk membeli suatu barang atau jasa sebagai contoh adalah jika anda memperkirakan bahwa harga suatu baju akan mengalami diskon besar-besaran pada akhir tahun maka anda tidak berminat untuk membeli baju sekarang. Permintaan Pasar adalah permintaan yang dimiliki oleh masyarakat dalam waktu yang sama

Pengertian Penawaran;

Penawaran (supply) adalah jumlah barang dan jasa yang dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu atau adanya permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk mewujudkan transaksi dalam suatu pasar.Permintaan akan terjadi jika penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan oleh konsumen.Pada awalnya,bila dagangan ingin laku maka penjual harus benar-benar pintar dalam menawarkan barang dagangannya kepada pembeli.Di sini jelas bahwa penawaran datang dari para penjual.Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai tingkat harga dalam suatu pasar pada waktu tertentu.
Dalam melakukan penawaran,penawaran dapat digolongkan menjadi dua,yaitu;

  1. Penawaran Individu.

Penawaran Individu adalah penawaran yang dimiliki oleh seorang Penguasa

  1. Penawaran besar atau kolektif.

Penawaran yang terdapat pada pasar.

B. Hukum Permintaan dan Penawaran

Hukum Permintaan;

Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu barang dengan tingkat harganya.Hukum permintaan menyatakan bahwa makin rendah harga suatu barang maka semangkin banyak permintaan tersebut.Sebaliknya,makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut,hukum itu berlaku bila keadaan lain cateris paribus atau tidak berubah.

Hubungan yang erat antara harga dan jumlah barang yang diminta melahirkan pengertian hukum permintaan, yang berbunyi:”jumlah barang yang diminta selalu berbanding terbalik dengan harganya”.Hukum permintaan berlaku apabila factor-faktor lain selain harga adalah adalah cateris paribus (tetap tidak berubah).Adapun factor-faktor lain yang membentuk keadaan ceteris paribus terutama adalah:

  1. Tingkat penghasilan para konsumen.
  2. Jumlah konsumen dipasar.
  3. Selera atau preferensi konsumen.
  4. Harga barang-barang lain yang berkaitan.
  5. Kegunaan barang.
  6. Motif pembelian tidak didasarkan atas prestise atau harga diri.

Jadi hukum permintaan berlakunya tidak mutlak seperti dalam ilmu fisika melainkan hanya merupakan tendens saja yaitu suatu kecendrungan yang hendak berjalan terus namun belum dapat dipastikan kebenarannya.

Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan seperti yang telah disebutkan diatas,maka dapat disusun fungsi permintaan umum,sebagai berikut;
Qd       = f ( Pq, Ps.i, Y, S, D),di mana :

Qd       = jumlah barang yang diminta.

Pq        = harga barang itu sendiri.

Ps.i       = harga barang-barang substitusi ( i = 1,2,…,n).

Y         = pendapatan.

S          = selera.

D         = jumlah penduduk.

Hukum Penawaran;

Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual.Dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya tersebut jika barangnya itu mempunyai harga yang rendah dan jika dia juga mempunyai harga barang yang tinggi.Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga sesuatu barang,semangkin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual.Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semangkin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.
Hukum penawaran berlaku apabila factor-faktor lain selain harga adalah cateris paribus.

Adapun factor yang lain yang membentuk cateris paribus adalah:

  1. Tekhnologi yang digunakan adalah tetap.
  2. Penjual tidak memerlukan harga tunai.
  3. Penjual tidak akan kuatir jika suatu saat harga barang akan turun.
  4. Jumlah pedagang dan produsen tetap.

Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya.

Fungsi penawaran secara umum ditulis :

Qs = f (Pq, Pl.i, C, O, T), di mana :
Qs        = jumlah barang yang ditawarkan.

Pq        = harga barang itu sendiri.

Pl.i       = harga barang-barang lain (i = 1,2, ….,n).

O         = tujuan-tujuan perusahaan.

T          = tingkat teknologi yang digunakan.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan penawaran

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan;

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand),yaitu;

  1. Perilaku konsumen atau selera konsumen.

Contoh;

  • Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli,tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
  • Pada tahun 1960-an orang sangat jarang bahkan dikatakan tidak ada yang memakai mobil buatan jepang. Tetapi pada tahun 1970-an suasananya sudah berubah banyak sekali orang yang menggunakan mobil buatan Jepang karena selera mereka telah berubah.
  1. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap.

Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

  1. Pendapatan atau penghasilan konsumen.

Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

  1. Perkiraan harga di masa depan.

Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

  1. Banyaknya atau intensitas kebutuhan konsumen.

Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penawaran;

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply),yaitu;

  1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan.

Jika biaya pembuatan atau produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

  1. Tujuan Perusahaan.

Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi.Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

  1. Pajak.

Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

  1. Ketersediaan dan harga barang pengganti atau pelengkap.

Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan,akhirnya penawaran pun dikurangi.

  1. Prediksi atau perkiraan harga di masa depan.

Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan atatu menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

.

D. Penentuan Harga Keseimbangan

Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis,sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga.Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang atau jasa yang dinyatakan uang.Oleh karena itu harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang atatu jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan.

Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan suatu tingkat harga yang telah disepakati oleh pembeli dan penjual di pasar.

Dalam ilmu ekonomi,harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya.Jika keseimbangan ini telah tercapai,biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Di pasar terjadi kontak antara pembeli dan pembeli yang memiliki harga subyektif masing-masing yang berbeda.Harga subyektif adalah harga taksiran yang yang diinginkan oleh para pembeli dan dikehendaki oleh para penjual.Harga subyektif pembeli dipengaruhi oleh daya beli dan intesitas kebutuhan sedangkan harga subyektif para penjual dipengaruhi oleh biaya produksi,sifat barang yang diperdagangkan dan kekuatan modal atau kondisi keuangannya.

Berdasarkan tinggi rendahnya harga subyektif para pembeli dan penjual tersebut maka akan dibedakan macam-macam pembeli adalah sebagai berikut:

  1. Pembeli Supermarginal,yaitu;

Pembeli yang mempunyai daya belinya diatas harga pasar dan mereka memiliki kelebihan kesedian untuk membayar harga barang yang ada di pasar atau mereka menerima premi konsumen(consumer ren’s),jadi orang yang memiliki daya beli tinggi.

  1. Pembeli Marginal,yaitu;

Pembeli yang mempunyai daya beli yang sesuai dengan harga pasar,penjual yang pertama pembeli pada golongan ini masih tergolong efektif.

  1. Pembeli Submarginal,yaitu;

Pembeli yang mempunyai daya beli yang lebih rendah dari pada harga pasar sehingga pembeli ini bersifat mutlak atau absoulut.

Penjual dibedakan menjadi tiga juga,yaitu sebagai berikut:

  1. Penjual Supermarginal,yaitu;

Biaya atau harga produksi lebih rendah dari harga pasar,penjual ini akan mendapatkan premi produsen karena mereka lebih efisien daripada yang lain.

  1. Penjual Marginal,yaitu;

Biaya atau harga produksi yang sama dengan harga pasar,penjual yang pertama kali bangkrut adalah penjual seperti ini karena produsen ini tidak dapat ikut menjual dipasar.

  1. Penjual Submarginal,yaitu;

Biaya atau harga produksi yang mempunyai harga dibawah harga pasar,penjual atau produsen seperti ini tidak dapat ikut serta untuk berjualan dipasar.

Proses terbentuknya Harga Pasar.

Seperti dijelaskan diatas bahwa harga pasar terbentuk melalui proses tawar menawar antara penjual dan pembeli;

Harga dari suatu produk (P),ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat produksi pada harga tertentu (yaitu penawaran: S) dan tingkat keinginan dari orang-orang yang memiliki kekuatan membeli pada harga tertentu (yaitu permintaan: D).Grafik ini memperlihatkan adanya peningkatan permintaan,dari D1 ke D2,seiring dengan peningkatan harga dan kuantitas (Q) produk yang terjual.

E.Soal Latihan

  1. Permintaan suatu barang yang tidak disertai kemampuan membeli disebut permintaan:

A. Efektif.                                                       C. Potensial.

B. Absolut.                                                     D. Ekonomi.

  1. Seorang pengusaha kerupuk membeli minyak untuk menggoreng kerupuk merupakan jenis permintaan di tinjau dari:

A. Daya beli konsumen.                                 C. Pengeluaran.

B. Pendapatan.                                                   D. Jumlah pemintanya.

  1. Berdasarkan hukum permintaan apabila harga bensin naik, maka permintaan terhadap mobil akan cenderung:

A. Naik.                                                           C. Sama saja.

B. Turun.                                                        D. Jawaban A,B dan C salah.

  1. Faktor penawaran apa yang membentuk keadaan tidak berubah (Cateris Paribus) :

A. Tekhnologi yang digunakan adalah tetap.

B. Penjual tidak memerlukan harga tunai.

C. Motif pembelian tidak didasarkan atas prestise atau harga diri.

D. A dan B benar.

  1. Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan (Demand),kecuali:

A. Perilaku konsumen atau selera konsumen.

B. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap.

C. Pengeluaran konsumen.

D. Banyaknya atau intensitas kebutuhan konsumen.

  1. Diketahui fungsi permintaan Q = – ½ P + 300. Jika jumlah barang yang di minta sebesar 150, maka besarnya P adalah:

A. 65.                                                             C. 75.

B. 70.                                                             D. 80.

  1. Apa yang menyebabkan kurva penawaran bergeser ke bawah:

A. Jumlah yang ditawarkan berkurang.

B. Jumlah yang ditawarkan bertambah.

C. Harga yang ditawarkan turun.

D. Harga yang ditawarkan naik.

  1. Apa yang menyebabkan kurva permintaan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah:

A. Harga.                                                        C. Pendapatan.

B. Permintaan.                                              D. Konsumen.

  1. Jika pembeli yang mempunyai daya beli yang lebih rendah dari pada harga pasar sehingga pembeli ini bersifat mutlak,berdasarkan tinggi rendahnya harga subyektif maka para pembeli ini termasuk:

A. Supermarginal.                                           C. Submarginal.

B. Marginal.                                                       D. Individual.

10.  Berikut ini adalah faktor mempengaruhi harga subjektif para penjual,kecuali:

A. Daya beli dan intesitas kebutuhan.

B. Biaya produksi.

C. Sifat barang yang diperdagangkan.

D. Kekuatan modal atau kondisi keuangan.

Jawaban

  1. B                                                                                  6  .  C
  2. B                                                                                  7  .  B
  3. B                                                                                  8  .  A
  4. D                                                                                 9  .  C
  5. C                                                                                  10.  A

3.Perilaku Konsumen

A. Pendahuluan

Teori perilaku konsumen adalah teori yang mempelajari cara konsumen memaksimumkan kepuasan dari suatu barang yang di konsumsinya.Teori perilaku konsumen,yang biasanya hanya disingkat teori konsumen mencoba menerangkan perilaku konsumen dalam membelanjakan pendapatannya untuk memperoleh alat-alat pemuas kebutuhan,yang dapat berupa barang-barang konsumsi ataupun jasa-jasa konsumsi.Fungsi utama daripada barang-barang dan jasa-jasa konsumsi ialah memenuhi kebutuhan langsung pemakainya,yang bertindak sebagai pemakai barang-barang dan jasa-jasa konsumsi pada umumnya adalah rumah tangga keluarga.Dalam kedudukannya sebagai pemakai barang-barang dan jasa-jasa konsumsi mereka disebut konsumen.

Terpenuhinya kebutuhan seorang konsumen menimbulkan kepuasan bagi konsumen tersebut.Dengan demikian kiranya mudah dipahami mengapa para pemikir ekonomi mengatakan bahwa konsumsi barang-barang dan jasa-jasa menghasilkan kepuasan atau satisfaction yang sering pula disebut guna atau utility.

Seperti telah diuraikan sebelum teori-teori ekonomi didasarkan kepada asumsi-asumsi tertentu,antara lain adalah asumsi rasionalitas.Demikian pula halnya dengan teori konsumen yang merupakan pokok permasalahan bab ini.Asumsi rasionalitas dalam teori konsumen terwujud dalam bentuk asumsi bahwa konsumen senantiasa berusaha menggunakan pendapatannya,yang jumlahnya terbatas itu,untuk memperoleh kombinasi barang-barang dan jasa-jasa konsumen yang menurut perkiraannya akan mendatangkan kepuasan maksimum.Di samping asumsi rasionalitas teori konsumen juga menggunakan asumsi-asumsi umum lainnya,salah satu diantaranya yang penting ialah asumsi bahwa konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna atau perfect knowledge,khususnya pengetahuan mengenai macam barang-barang dan jasa-jasa konsumsi yang tersedia di pasar,harga daripada masing-masing barang-barang dan jasa-jasa tersebut,besarnya pendapatan yang diperoleh dan juga cita rasa yang dimiliki.

Secara integral ilmu ekonomi juga melihat pergerakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi akibat adanya usaha-usaha yang dilakukan oleh individu-individu pelaku ekonomi,bagaimana kebijakan yang seharusnya diterapkan agar kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan lancar,adil dan mengacu pada win-win solution.

Permasalahan seorang produsen adalah bagaimana dengan modal yang terbatas bisa menciptakan barang dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Peran penting seorang produsen adalah sebagai berikut :

  1. Produsen menjadi manajer yang mengkoordinasikan factor-faktor produksi baik tenaga kerja, tanah atau sumber daya alam,capital atau modal,bahan baku dan enterpreneur atau keahlian yang ada dalam masyarakat.
  2. Mempunyai insiatif dan daya kreatif untuk inovasi-inovasi baru termasuk dalam IPTEK.
  3. Mengambil keputusan kebijakan bisnis.
  4. Mampu menganalisis kondisi ekonomi secara makro yang sedang berlangsung dalam negara tersebut.
  5. Kemampuan untuk memilih WHAT (Barang apa yang dibuat ),HOW ( Bagaimana cara paling efisien untuk membuatnya ),WHO ( siapa yang terjun langsung dan tidak langsung dalam proses produksi ),WHOM ( Untuk siapa barang tersebut dibuat ).Di sini diharapkan seorang produsen mempunyai kepekaan untuk melihat pasar yang paling menguntungkan.

B.Pendekatan Perilaku Konsumen

Akibat adanya kendala keterbatasan pendapatan di satu sisi dan adanya keinginan untuk mengkonsumsi barang dan jasa sebanyak-banyaknya agar diperoleh kepuasan yang maksimal di sisi lainnya,maka timbullah perilaku konsumen.Dalam melakukan kegiatan konsumsinya,perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan.Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu.

  1. Pendekatan Kardinal

Pendekatan Kardinal (Cardinal Approach).Menurut pendekatan ini,daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas,dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai.Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang,maka akan semakin diminati.Asumsi dari pendekatan ini adalah:

  1. Konsumen rasional,artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  2. Diminishing marginal utility,artinya tambahan utilitas yang diperleh konsumen makin menurun dengan bertambanya konsumsi dari komoditas tersebut.
  3. Pendapatan konsumen tetap.
  4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap.
  5. Total utility adalah additive dan independent.Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi.Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.

Pendekatan kardinal,asumsi dasarnya:

  1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
  2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.
  3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil(Mula-mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun).Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva.Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
  4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya.Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
  1. Pendekatan Ordinal

Dalam pendekatan ini daya guna suatu barang tidak perlu diukur,cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve,yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:

  1. Konsumen rasional.
  2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusunnberdasarkan urutan besar kecilnya daya guna.
  3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu.
  4. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum.
  5. Konsumen konsisten,artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B,tidak berlaku sebaliknya.
  6. Berlaku hukum transitif,artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C,maka A lebih disukai daripada C.

Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama.Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent.Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain,lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut.Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus,sangat bagus,paling bagus.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :

  1. Konsumen rasional,mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.
  2. Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering.
  3. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

C.Konsep Elastisitas

Secara umum,elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan atau respon dari jumlah barang yang diminta atau ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.Elastisitas merupakan suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan atau rasio perubahan relatif pada variabel dependen yang bersangkutan,sehingga elastisitas permintaan menggambarkan derajat kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan yang terjadi pada variabel yang mempengaruhinya.

Persentase Perubahan dalam P

Elastisitas =       Persentase Perubahan Dalam Q

Koefisien elastisitas permintaan (ep) mengukur persentase perubahan jumlah barang yang diminta per unit waktu yang diakibatkan persentase perubahan dari variabel yang mempengaruhi.Penggunaan satuan persentase dalam mengukur elastisitas adalah untuk menyeragamkan suatu barang yang diminta,karena beberapa barang ada yang diukur menggunakan satuan kilogram, kuintal, meter,dosin dan sebagainya,sehingga dengan menggunakan persamaan matematis akan sulit untuk menentukan pengaruh perubahan harga dari barang yang berbeda.Apabila perubahan dilihat dalam persentase, maka perbedaan satuan tidak menjadi masalah.Variabel yang mempengaruhi permintaan individu pada dasarnya dapat digolongkan menjadi tiga,yaitu : harga barang yang diminta,pendapatan dan harga barang lain tertentu.Oleh karena itu secara umum dikenal tiga macam elastisitas yang sering digunakan dalam analisis permintaan,yaitu :

  1. Elastisitas harga terhadap permintaan (price elasticity of demand),
  2. Elastisitas pendapatan terhadap permintaan (income elasticity of demand),
  3. Elastisitas harga silang terhadap permintaan ( cross price elasticity of demand).

Dari bab sebelumnya telah kita ketahui bersama bahwa perubahan suatu variabel misalnya harga,dapat mengakibatkan perubahan variabel lain,misalnya jumlah barang yang diminta.Konsep elastisitas digunakan oleh para ekonom untuk mengukur berapa banyak perubahan suatu variabel dapat mempengaruhi variabel lain.Singkatnya,elastisitas mengukur prosentase perubahan suatu variabel sebagai akibat adanya perubahan variabel lain.Pengukuran elastisitas menggunakan prosentase sehingga perbedaan satuan dapat dihilangkan.

Jenis-Jenis Elastisitas

Besaran elastisitas dapat dibedakan dalam 5 kategori dan bervariasi dari nol hingga tak terhingga dan masing-masing jenis memiliki ciri sendiri jika digambarkan dalam kurva.

  1. 1. Elastis Sempurna

Besaran elastisitas ini adalah 0. Pada keadaan ini jumlah barang tidak akan berubah pada tingkat harga berapa pun.Bentuk kurvanya adalah vertikal.

  1. 2. In elastis

Besaran elastisitas ini adalah <1.Apabila ada perubahan harga,perubahan jumlah barangnya hanya sedikit.Bentuk kurva permintaannya adalah garis lurus yang curam.

  1. 3. Elastis unitary

Besaran elastisitas ini adalah = 1.Pada keadaan ini perubahan jumlah barang sama dengan prosentase perubahan tingkat harga. Kurvanyaberbentuk garis lurus memotong sumbu 45°.

  1. 4. Elastis

Besaran elastisitas ini adalah > 1.Pada keadaan ini perubahan harga sedikit saja akan menyebabkan perubahan jumlah barang yang besar.Kurvanya agak mendatar.

  1. 5. Elastisitas tak terhingga

Besaran elastisitas ini adalah tak terhingga (~).Pada keadaan ini,apabila ada kenaikan harga sedikit saja,maka jumlah barang akan turun ke titik 0.Dan sebaliknya,apabila ada penurunan harga sedikit saja maka jumlah barang akan naik ke titik tak terhingga (~).Bentuk kurva permintaannya adalah horizontal.

  1. I.        HARGA

Elastisitas Harga Terhadap Permintaan (Own Price Elasticity 0f Demand).Elastisitas harga menunjukkan derajad kepekaan perubahan permintaan karena adanya perubahan harga atau mengukur persentase perubahan barang yang diminta per unit waktu yang diakibatkan oleh persentase perubahan harga barang itu sendiri. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

Dimana :

Δ Q      = Besarnya perubahan jumlah barang yang diminta

Δ P       = Besarnya perubahan jumlah harga yang diminta

P          = Harga

Q         = Jumlah barang

Menurut Hirschey dan Pappas (1995),elastisitas ditentukan oleh tiga hal,yaitu:

  1. Seberapa besar barang dipertimbangkan untuk keperluan,
  2. Kemampuan barang substitusi untuk memuaskan kebutuhan,
  3. Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk barang.

Sedangkan menurut Katz dan Rosen (1994),ada tiga hal yang menentukan elastisitas harga yaitu: 1.       Kehadiran barang substitusi cenderung membuat permintaan lebih elastic,

  1. Elastisitas tergantung dari share anggaran belanja konsumen untuk barang,
  2. Elastisitas tergantung dari dimensi waktu analisis.

Nilai elastisitas harga dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu lebih besar dari 1(ep>1),sama dengan 1 (ep=1) dan lebih kecil dari 1 (ep<1).Apabila harga mutlak dari koefisien elastisitas harga lebih besar dari 1 (ep > 1) disebut elastis.Pada kurva permintaan yang bersifat elastis,apabila terjadi perubahan harga akan menyebabkan persentase perubahan permintaan yang lebih besar.Apabila harga mutlak dari koefisien elastisitas harga sama dengan 1 (ep = 1) disebut unitary elastis.Untuk kurva yang unitary elastis,persentaseperubahan jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harga.Sedang harga mutlak dari koefisien elastisitas harga kurang dari 1 (ep < 1) disebut in elastis.Untuk kurva yang in elastis,persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari

persentase perubahan harga.

Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand).Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan atau respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar,sesuai dengan hukum permintaan,dimana jika harga naik,maka kuantitas barang turun dan sebaliknya.Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif,karena sifat hubungan yang berlawanan tadi,maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya atau koefisiennya dapat kurang dari,sama dengan lebih besar dari satu dan merupakan angka mutlak (absolute),sehingga permintaannya dapat dikatakan :

  1. Tidak elastisitas (in elastic)
  2. Unitari (unity) dan
  3. Elastis (elastic)

Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :

Dimana :

Ed        = Elastisitas harga permintaan.

Q         = Jumlah barang yang diminta.

P          =Harga barang tersebut.

Δ          =Delta atau tanda perubahan.

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan:

Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga.Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka,jika mereka merubah strategi harga,apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.

Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan:

  1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar.
  2. Jumlah pengguna atau tingkat kebutuhan dari barang tersebut.
  3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen.
  4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga atau periode waktu penggunaan barang tersebut.
  5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang.

Elastisitas akan besar bilamana:

  1. Terdapat banyak barang subsitusi yang baik.
  2. Harga relatif tinggi.
  3. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain.

Elastisitas umumnya akan kecil,bilamana:

  1. Benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain.
  2. Barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak,dan dengan harga-harga yang rendah.
  3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, dan benda tersebut sangat dibutuhkan.
  1. II.        SILANG

Elastisitas Harga Silang Terhadap Permintaan (Cross Elasticity 0f Demand).Konsep ini mengukur reaksi perubahan dalam jumlah barang yang dibeli (Q) sebagai akibat terjadinya perubahan dalam harga barang lain (P).Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut.Tetapi juga pada preferensi konsumen,harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon atau reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut,disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand).Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain,maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y.Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu,maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya  kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif,misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi dan sebaliknya.Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :

ΔQx       Py

Es        =         ——- x ——-  > 0                     Substitusi

Δ Px      Qx

Δ Qy       Px

Es        =          ——-  x ——-  < 0                     Komplementer

Δ Py       Qy

Perlu dicatat bahwa indeks atau koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan.Bila elastisitas tersebut nol (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain.

Hubungan antara barang A dan barang B dapat digambarkan dalam table berikut:

Besaran Elastisitas PengaruhKenaikan Harga

Barang B

PengaruhPenurunan Harga

Barang B

Hubungan AntarBarang
Ec > 0 (positif) Jumlah barang Ayang diminta naik Jumlah barang Ayang diminta turun Salingmenggantikan

(substitusi)

Ec = 0 Jumlah barang Ayang diminta tidak

berubah

Jumlah barang Ayang diminta tidak

berubah

Tidak berhubungan(independen)
Ec < 0 (negatif) Jumlah barang Ayang diminta turun Jumlah barang Ayang diminta naik Saling melengkapi(komplementer)
  1. III.        PENDAPATAN

Perubahan pendapatan akan mempengaruhi jumlah barang yang diminta (ceteris paribus).Perubahan-perubahan yang terjadi ini dapat diukur dengan elastisitas pendapatan.Yang dimaksud dengan elastisitas pendapatan adalah prosentase perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan (income) konsumen sebesar 1%.

Dengan mengetahui besaran elastisitas pendapatan maka kita dapat mengelompokkan barang-barang ke dalam barang kebutuhan pokok,barang mewah atau barang inferior (barang yang rendah mutunya).

Besaran Elastisitas PengaruhKenaikan

Pendapatan

PengaruhPenurunan

Pendapatan

Jenis Barang
EI < 0 Jumlah yangdiminta turun Jumlah yangdiminta naik Inferior
0 < EI < 1 Jumlah yangdiminta naik

dengan % yang

lebih rendah

Jumlah yangdiminta turun

dengan % yang

lebih rendah

Kebutuhan pokok
EI > 1 Jumlah yangdiminta naik

dengan % yang

lebih tinggi

Jumlah yangdiminta turun

dengan % yang

lebih tinggi

Mewah

D.Latihan Soal

  1. Teori yang mempelajari tentang cara konsumen memaksimumkan kepuasan dari suatu barang yang yang dikonsumsinya,adalah:

A. Perilaku produsen.                                     C. Perilaku individual.

B. Perilaku Konsumen. D. Perilaku kelompok.

  1. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi peran penting seorang produsen,kecuali:
    A. Mempunyai insiatif dan daya kreatif untuk inovasi-inovasi baru termasuk dalam IPTEK.
    B. Mengambil keputusan kebijakan bisnis.
    C. Mampu menganalisis kondisi ekonomi secara makro yang sedang berlangsung dalam negara tersebut.
    D. Daya beli dan intesitas kebutuhan.
  1. Pendekatan yang mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang ,maka akan semakin diminati.Ini termasuk yang digolongkan kedalam pendekatan:
    A. Kardinal. C. Produsen.
    B. Ordinal.                                                     D. Konsumen.
  1. Hukum yang menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva “Mula-mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun”.Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hokum:
    A. Karl Marx.                                                 C. Gossen.
    B. Adam Smith.                                              D. Friedrich Engels.
  1. Manakah diantara faktor-faktor yang menjadi asumsi dasar dari pendekatan ordinal:
    A. Konsumen konsisten,artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B,tidak berlaku sebaliknya.
    B. Berlaku hukum transitif,artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C,maka A lebih disukai daripada C.
    C. Diminishing marginal utility,artinya tambahan utilitas yang diperleh konsumen makin menurun dengan bertambanya konsumsi dari komoditas tersebut.
    D. A dan B benar.
  1. Manakah diantara faktor-faktor yang menjadi asumsi dasar dari pendekatan kardinal:
    A. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.
    B. Konsumen rasional.
    C. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu.
    D. A dan B benar.
  1. Besaran elastisitas ini adalah <1.Apabila ada perubahan harga,perubahan jumlah barangnya hanya sedikit atau < 1,maka dapat digolongkan kedalam besaran elastisitas:
    A. Elastis. C. Elastis Seimbang.
    B. Unary Elastis.                                            D. In Elastis.
  1. Berikut ini adalah ciri-ciri elastisitas yang mengalami kenaikan atau menjadi besar,kecuali:
    A. Terdapat banyak barang subsitusi yang baik.
    B. Harga relatif tinggi.
    C. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain.
    D. Benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain.
  1. Elastisitas tergantung dari dimensi waktu analisis,itu merupakan salah satu hal yang menentukan elastisitas harga,menurut:
    A. Hirschey.                                                   C. Adam Smith.
    B. Katz. D. Pappas.

10.  Jika barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak,dan dengan harga-harga yang rendah,maka elastisitas umumnya akan:

A. Kecil. C. Turun.

B. Besar.                                                        D. Naik.

11.  Berikut ini adalah macam elastisitas yang sering digunakan dalam analisis permintaan,

kecuali:

A. Elastisitas harga terhadap permintaan.

B. Elastisitas pendapatan terhadap penawaran.

C. Elastisitas pendapatan terhadap permintaan.

D. Elastisitas harga silang terhadap permintaan.

12.  Besaran elastisitas sempurna adalah 0 (vertikal),pada keadaan ini jumlah barang tidak akan berubah pada tingkat harga berapa pun.Gambar ke dalam bentuk kurva:

13.  Bila harga mutlak dari koefisien elastisitas harga lebih besar dari 1,maka nilai elastisitasnya ialah:

A. Elastis. C. Elastis Seimbang.

B. Unary Elastis.                                            D. In Elastis.

14.  Manakah diantara faktor-faktor berikut ini yang menentukan elastisitas harga permintaan:

A. Jumlah pengguna atau tingkat kebutuhan dari barang tersebut.

B. Jenis barang dan pola preferensi konsumen.

C. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga atau periode waktu penggunaan barang tersebut.

D. A,B dan C benar.

15.  Berikut ini adalah perubahan harga terhadap jumlah barang yang di minta!

Komoditi SatuanKuantitas HargaAwal (Rp) Harga Baru(Rp) KuantitasAwal KuanitasBaru
Minyak sayur Liter 4.500 5.500 500.000 460.000
Susu bayi Kaleng 42.000 43.000 10.000 9.700
Handphone Unit 1.000.000 1.001.000 800 798

Dengan menggunakan rumus elastisitas,hitunglah elastisitas permintaan Minyak sayur:

A. 0,34                                                           C. 0,36

B. 0,35                                                           D. 0,37

16.  Berdasarkan soal No.15,hitunglah elastisitas Susu bayi:

A. 0,26                                                           C. 2,26

B. 1,26 D. 3,26

17.  Berdasarkan soal No.15,hitunglah elastisitas Handphone:

A. 2,5 C. 2,6

B. 2,6                                                             D. 2,7

18.  Diketahui bahwa perkembangan permintaan telur ayam seorang konsumen; adalah sebagai berikut:

Bulan Harga (Rupiah) Kuantitas (Kg) Pendapatan (Ribu)
Mei 9.000 10 2.000
Juni 8.000 10,5 2.200

Tentukanlah elastisitas pendapatan dari telur ayam:

A. 0,2                                                             C. 0,4

B. 0,3                                                             D. 0,5

19.  Diketahui bahwa perkembangan permintaan komputer,laptop dan operating sistem untuk kurun waktu tahun 2009-2010 adalah sebagai berikut :

Tahun Komputer Laptop
P (juta) Q (ribu) P (juta) Q (ribu)
2009 5 200 6 60
2010 4 300 10 40

Tentukan elastisitas silang antara komputer dengan laptop:

A. 0,75 C. 0,77

B. 0,76                                                            D. 0,78

20.  Berdasarkan soal No.19,bagaimanakah hubungan elastisitas antara komputer dan laptop:

A. Saling menggantikan.

B. Tidak berhubungan.

C. Saling melengkapi.

D. Saling menguntungkan

Jawaban

  1. B                                                                      11. B
  2. D                                                                     12. A
  3. A                                                                     13. A
  4. C                                                                      14. D
  5. D                                                                     15. C

6.   A                                                                     16. B

7.   D                                                                     17. A

8.   D                                                                     18. D

9.   B                                                                      19. A

10. A                                                                     20. A

Cara Menghitung No.15:

Langkah-langkah menghitung elastisitas permintaan dari komoditi minyak sayur adalah sebagai berikut:

Dimana :

Δ Q (perubahan jumlah barang)           = 40.000

Δ P (perubahan harga)             = 1.000

P (harga awal)                         = 4.500

Q (kuantitas awal)                    = 500.000

Maka :

Ed        =          40.000            x          4.500

1.000                           500.000

Sehingga diperoleh Ed = 0,36

Cara Menghitung No.18:

EI         =          ΔQA    x          I

Δ I                   QA

=          0,5       x          2.000   = 0,5

200                  10

= 0,5

Cara Menghitung No. 19:

Ec        =          ΔQA    x         PB

ΔPB                 QA

=          100      x          6         = 0,75

4                      200

BAB 111

PENUTUP

1.       KESIMPULAN

Dari hasil rangkuman di atas maka dapat disimpulkan,sebagai berikut:

  1. Dalam konsep “Ruang Lingkup Ekonomi” ada 3 (tiga) yang perlu dipahami,yaitu:
    1. Agar mengetahui definisi dan metodologi ilmu ekonomi.
    2. Mengetahui permasalahan dan kemungkinan-kemungkinan menyelesaikan masalah ekonomi.
    3. Dapat menjelaskan macam-macam sistem ekonomi.
    4. Dalam konsep “Penentuan Harga Permintaan dan penawaran” ada 5 (lima) yang perlu dipahami,yaitu:
      1. Dapat menjelaskan pengertian permintaan dan penawaran.
      2. Memahami hukum permintaan dan penawaran.
      3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.
      4. Dapat menjelaskan apa saja yang dapat menggeser kurva permintaan dan penawaran.
      5. Menentukan harga dan kuantitas keseimbangan.
      6. Dalam konsep “Perilaku Konsumen” ada 5 (lima) yang perlu dipahami,yaitu:
        1. Menjelaskan pengertian konsumen.
        2. Dapat mengetahui pengertian pendekatan kardinal dan ordinal.
        3. Kepuasan konsumen dengan pendekatan kardinal dan ordinal.
        4. Definisi elastisitas dan macam-macam besaran elastisitas.
        5. Dapat membedakan macam-macam elastisitas.

2.       SARAN

Diharapkan mahasiswa dan pembaca makalah ini mengetahui pentingnya ekonomika,mengetahui bagaimana menetukan harga permintaan dan penawaran,dan mengetahui bagaimana konsumen mendapatkan kepuasan maksimal serta mengetahui perilaku konsumen secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Wikipedia Indonesia.
  2. Drs. Abd. Rokhim.
  3. Alhusin, Syahri, Aplikasi Statistik Praktis dengan SPSS, Penerbit PT.£lex MediaKomputindo, Jakarta, 2001.
  4. Cooper, Donald R. dan Wllliam C. Emory., Metode Penelitian Bisnis, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, 1998.
  5. Nicholson, W, 1999. Teori Ekonomi Mikro. Prinsip Dasar dan Pengembangannya.Terjemahan Deliarnov .Edisi kedua, PT.Raja Grafindo Persada,Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s