TEORI ORGANISASI UMUM 2 (SAP BAB 2) AKADEMIS

Posted: April 3, 2010 in KaMPuS!, MakalaH TeORi oRGaNiSaSi uMuM 2
Tags:

MAKALAH AKADEMIS

“TEORI ORGANISASI UMUM 2”

Dosen pembimbing         : NURHADI

Kelas                                    : 2 KA 21

Disusun Oleh                  : DEDI IRAWAN            (10108506)


PROGRAM STUDI S-1 SISTEM INFORMASI

GUNADARMA

JL.KH.Noor Ali Kalimalang

Bekasi Telp.(021)88860117

2009

KATA PENGANTAR

Dengan rendah hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan melimpahkan rahmat dan hidayahnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.Maksud dan tujuan dari penulisan buku ini adalah sebagai tugas akademis yang diberikan dosen dalam mata kuliah “TEORI ORGANISASI UMUM 2” untuk membantu mahasiswa pada umumnya dan khususnya penulis sendiri dalam mempelajari perilaku produsen,ongkos dan penerimaan,dan struktur pasar,sehingga mahasiswa lebih mudah mengkaji, memahami, dan menerapkannya.

Makalah ini disusun berdasarkan hasil rangkuman dari beberapa buku sebagai referensi yang membahas sistem perekonomian.Meskipun demikian,bukan berarti makalah ini sudah cukup sebagai bekal materi mata kuliah.Guna pemahaman lebih lanjut pembaca diwajibkan mengembangkannya sendiri dengan membaca sumber aslinya sebagaimana ditunjukkan pada buku acuan atau mencari sumber yang lain yang lebih lengkap.Sekali lagi ditekankan bahwa makalah ini hanya sebagai pemandu, sedangkan pemahaman labih jauh disertakan pada masing-masing pembaca.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu mohon dengan sangat kepada semua pihak untuk memberikan komentar, kritik, dan saran demi perbaikan materi dan penyajian makalah ini.

Bekasi,  April 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1.PENDAHULUAN

  1. Latar belakang…
  2. Rumusan Masalah…
  3. Tujuan Penulisan…
  4. Metode Penulisan…
  5. Ruang Lingkup…

BAB 11. PEMBAHASAN

  1. Perilaku Konsumen
    1. Produsen dan Fungsi Produksi…
    2. Produksi Optimal…
    3. Least Cost Combination…
    4. Soal Latihan…
  1. Ongkos dan Penerimaan
    1. Macam-macam Ongkos…
    2. Kurva Ongkos…
    3. Penerimaan(Revenue)…
    4. Keuntungan Maximum…
      1. Pendekatan Total…
      2. Pendekatan Marginal…
      3. Pendekatan Rata-rata…
  2. Soal Latihan…
  1. Struktur Pasar
    1. Pasar Persaingan Sempurna…
    2. Pasar Monopoli…
    3. Pasar Monopolistis…
    4. Pasar Oligami…
    5. Soal Latihan…

BAB 111. PENUTUP

  1. Kesimpulan…
  2. Saran…

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.     LATAR BELAKANG

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan.Melalui karya besarnya Wealth of Nations,Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa.Sebagai seorang ekonom,Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutamayang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments.Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes,Karl Marx,hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006,Edmund Phelps.Secara garis besar,perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik.

Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya,dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini.Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham.Sebagai penanding aliran klasik,Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment,Interest,and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan,dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya.Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmuekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti:new classical, neo klasik,new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain,seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels,serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C.

2.     RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :

  1. Perilaku Konsumen
    1. Produsen dan Fungsi Produksi,
    2. Produksi Optimal,dan
    3. Least Cost Combination.
  1. Ongkos dan Penerimaan
    1. Macam-macam Ongkos,
    2. Kurva Ongkos,
    3. Penerimaan (Revenue),dan
    4. Keuntungan Maximum.
  • Pendekatan Total
  • Pendekatan Marginal
  • Pendekatan Rata-rata
  1. Struktur Pasar
    1. Pasar Persaingan Sempurna,dan
    2. Pasar Monopoli.

3.     TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah:

  1. Melatih mahasiswa menyusun makalah dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
  2. Agar mahasiswa dapat mengetahui arti dari perilaku konsumen.
  3. Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui tentang pengertian ongkos dan penerimaan.
  4. Mahasiswa mengetahui dan memahami pengertian pasar dan menjelaskan macam-macam pasar.

4.     METODE PENULISAN

Dari banyak metode yang penulis ketahui,penulis menggunakan metode kepustakaan.Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet).Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis,efektif,efisien,serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data-data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk pembuatan makalah ini.

5. RUANG LINGKUP

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai ;

  1. Perilaku Konsumen,
  2. Ongkos dan Penerimaan,dan
  3. Struktur Pasar.

BAB 11

PEMBAHASAN

1.Perilaku Konsumen

A.Produksi dan Fungsi Produksi

Skema Proses Produksi:


Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan  dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Kategori Kegiatan Produksi:

  • Produksi sesuai pesanan (custom-order production).
  • Produksi massal yang kaku (rigid mass production).
  • Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production).
  • Proses atau aliran produksi (process or flow production).

Produsen:

Anggapan yang biasa digunakan dalam menganalisis produsen adalah produsen bertujuan memaksimumkan keuntungan,tetapi ada juga yang mengatakan,seperti BERLE dan MEANS bahwa dengan terpisahnya antara pemilik(ownership) dan manajemen menyebabkan anggapan di atas kurang tepat.Dan juga dikatakan bahwa tujuan produsen tidak hanya memaksimumkan keuntungan tetapi juga mempunyai tujuan yang lain yang tidak selalu tetap.

Ada beberapa pendapat yang berkaitan dengan tujuan seorang produsen,yaitu;

  • Pendapat yang mengatakan bahwa produsen tidak bertujuan mencari keuntungan maksimum (non profit objective),karena suatu  hal,misalnya kekurangan dana,informasi dan sebagainya.
  • Menurut Galbraith,Cyert dan March dikatakan bahwa perubahan orientasi ini disebabkan karena perusahaan atau produsen menjadi semakin besar administrasinya dan semakin banyak keputusan produksi yang harus dibuat dalam pemasarannya.
  • Anggapan bahwa produsen bertujuan untuk mencari keuntungan maksimum karena adanya anggapan bahwa perusahaan beroperasi pada keadaan yang pasti(under conditions or certainty).

Fungsi Produksi:

Produksi adalah suatu kegiatan memproses input (faktor produksi) menjadi suatu output.Produsen dalam melakukan kegiatan produksi,mempunyai landasan teknis yang di dalam teori ekonomi disebut “Fungsi Produksi”.Konsep fungsi produksi berkaitan dengan hubungan fisik antara input (masukan) dengan output (keluaran) yang dapat dihasilkan.Hubungan ini dapat ditunjukkan secara matematis sebagai berikut;

X=f (a,b,c)

Dimana X adalah output yang dihasilkan.

a,b,c adalah input-input yang digunakan.

Berikut ini beberapa asumsi dasar yang melandasi analisa fungsi produksi dalam pandangan konvensional, yaitu:

  1. Kegiatan produksi tidak hanya dilakukan terbatas oleh perusahaan saja.Misalnya memelihara taman depan rumah sehingga asri (mengkombinasikan mesin,tenaga kerja,tanah dan keahlian) juga termasuk kegiatan produksi (dilakukan oleh rumah tangga).Dengan demikian maka bahasan utama dalam ekonomi konvensional adalah kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan atau suatu organisasi dengan bentuk badan hukum tertentu yang bertujuan mencari keuntungan.
  2. Kondisi pasar yang eksis dalam industri adalah pasar persaingan sempurna.Sehingga dengan asumsi ini output setiap perusahaan merupakan bagian kecil dari keseluruhan output yang dibutuhkan oleh pasar.
  3. Setiap perusahaan bebas keluar-masuk dalam industri (free entry-exit).Implikasi dari asumsi ini adalah adanya tarikan yang kuat pada industri yang memiliki tingkat keuntungan yang tinggi.

Fungsi Produksinya,antara lain;

  1. Model matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah faktor produksi (input) yang digunakan dengan jumlah barang atau jasa (output) yang dihasilkan.
  2. Fungsi Produksi Total (Total Product): TP

TP ↔ Q = f(L, K);  L = tenaga kerja,  K = Modal

  1. Produksi rata-rata (Average Product): AP

APL = TP/L atau APK = TP/K

  1. Produksi Marjinal (Marginal Product): MP

MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K

Tabel Skedul Fungsi Produksi (Hipotesis):

B. Produksi Optimal

Biaya (Cost) secara umum biaya dikelompokkan menjadi dua bagian:

1) Biaya implisit:biaya yang diakui tanpa mengeluarkan uang kas secara nyata,contohnya penyusutan dan opportunity cost.

2) Biaya eksplisit: biaya yang dengan jelas mengeluarkan uang kas, dalam jangka pendek terdiri dari:

  • Biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost)
  • Biaya total (total cost) terdiri dari total biaya tetap (total fixed cost) dan total biaya variabel (total variable cost)

  • Biaya rata-rata (average cost) terdiri dari biaya tetap rata-rata (average fixed cost) dan biaya variabel rata-rata (average variable cost)
  • Biaya marginal, biaya tambahan dari satu unit output yang dihasilkan yang direpresentasikan dari turunan pertama biaya total

KURVA BIAYA

Penggunaan Faktor Produksi

Untuk memproduksi suatu barang (q) dapat diformulasikan q = f(K,L) yang menunjukkan

jumlah maksimum barang yang dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai

alternatif kombinasi input modal (K) dan tenaga kerja (L).

Kombinasi dua jenis faktor produksi yang memberikan tingkat hasil yang sama ditunjukkan dalam kurva isoquant seperti gambar diatas.Sumbu vertikal adalah modal yang direpresentasikan dengan mesin (per jam) dengan sumbu horizontal tenaga kerja (per jam).Pada gambar 2 semakin jauh isoquant dari titik origin semakin besar jumlah output yang dihasilkan dan semakin banyak jumlah input yang digunakan.

Dalam produksi jangka panjang seluruh faktor produksi seluruhnya bersifat variabel atau dengan kata lain tidak terdapat lagi biaya tetap seperti halnya produksi dalam jangka pendek. Perusahaan dapat memilih kombinasi penggunaan input sesuai dengan skala produksi yang diharapkannya.Dalam hal penambahan faktor input produksi maka implikasi dari hal tersebut adalah perubahan dari output produksi sebagai variable dependen produksi.Ada tiga fenomena yang biasanya muncul akibat penambahan factor produksi yang berkaitan dengan ouput produksi, yaitu:

1)      Skala hasil yang tetap (constant return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang sama dengan penambahan input.

2)      Skala hasil yang meningkat (increasing return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan penambahan input.

3)      Skala hasil yang menurun (decreasing return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan input.

Penambahan Faktor Produksi dan Implikasi Terhadap Output Produksi

Pendapatan salah satu parameter keberhasilan dalam berproduksi adalah jumlah pendapatan (revenue) yang didapatkan dari kegiatan produksi. Pendapatan (revenue) dapat dinotasikan dengan:

Dalam kaitannya dengan penghitungan keuntungan maka diperlukan nilai marginal (tambahan satu unit) dari pendapatan yaitu marginal revenue (MR):

Berdasarkan asumsi pasar dalam keadaan sempurna maka kurva umum dari MR adalah garis horizontal yang nilainya sama dengan permintaan (D),pendapatan rata-rata (AR) dan harga (P).Dalam konvensional berdasarkan asumsi maksimalisasi keuntungan yang hendak dicapai mendorong produsen melimpahkan sebagian biaya yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak lain yang disebut biaya eksternal.Contoh dari biaya eksternal adalah biaya penyaringan limbah atau daur ulang buangan pabrik yang mengakibatkan biaya kesehatan tambahan bagi masyarakat sekitar atau biaya

hilangnya lingkungan yang bersih yang menjadi hak masyarakat.

C.Least Cost Combination

Isoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variabel dengan tingkat output tertentu.

ISOQUANT

Isocust atau garis ongkos sama adalah kombinasi faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah ongkos tertentu.Untuk menggambar Isocost ini harus diketahui uang yang tersedia dan harga masing-masing produksi atau input.

Secara matematis,garis isocost ditunjukkan oleh persamaan sebagai berikut:

Di mana T adalah total biaya atau anggaran yang tersedia untuk membeli input-input a dan b adalah harga input.

Kalau perusahaan hanya membeli input a saja,maka dengan anggaran tersebut didapat input a sebesar T/Pa.Dan sebaliknya jika perusahaan hanya membeli input b saja,maka dengan anggaran tersebut didapat input b sebesar T/Pb.Garis isocost ditunjukkan dengan menghubungkan kedua titik tersebut.Isocost ditunjukkan oleh garis (T/Pa – T/Pb).

Bagi perusahaan yang ingin meminimumkan ongkos produksi untuk suatu tingkat output tertentu,MRTS antara kedua input harus sama dengan ratio (perbandingan) harga inputnya,

D.Soal Latihan

  1. Berikut ini adalah kategori kegiatan produksi,kecuali:
    A. Custom-order production.
    B. Rigid mass production.
    C. Profit production.
    D. Process or flow production.

    1. Siapa yang mengungkapkan bahwa perubahan orientasi disebabkan karena perusahaan atau produsen menjadi semakin besar administrasinya dan semakin banyak keputusan produksi yang harus dibuat dalam pemasarannya:
      A. Friedrich Engels.                                       C. Thorstein Veblen.
      B. Adam Smith.                                             D. Galbraith.

      1. Faktor dasar yang melandasi analisa fungsi produksi dalam pandangan konvensional,kecuali:
        A. Skala yang meningkat,turun dan naik.
        B.Setiap perusahaan bebas keluar-masuk dalam industri (free entry-exit).Implikasi dari asumsi ini adalah adanya tarikan yang kuat pada industri yang memiliki tingkat keuntungan yang tinggi.
        C. Kondisi pasar yang eksis dalam industri adalah pasar persaingan sempurna.Sehingga dengan asumsi ini output setiap perusahaan merupakan bagian kecil dari keseluruhan output yang dibutuhkan oleh pasar.
        D. Perusahaan atau suatu organisasi dengan bentuk badan hukum tertentu yang bertujuan mencari keuntungan.

        1. Di bawah ini yang bukan salah satu dari fungsi produksi,yaitu:
          A. Produksi Total.                                          C. Produksi Ordinal.
          B. Produksi Rata-rata.                                   D. Produksi Marginal.

          1. Berikut ini yang merupakan kegiatan produksi,yaitu:
            A. Pedagang mengantar barang jualannya.
            B. Petani memupuk tanaman.
            C. Pelukis mengadakan pameran hasil karyanya.
            D. Peternak sapi memerah sapinya.

            1. Tujuan produksi antara lain:

1)      Menghasilkan barang-barang yang berkualitas tinggi.

2)      Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

3)      Memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri.

4)      Untuk menyaingi perusahaan yang memproduksi barang yang sama.

Pernyataan yang benar adalah:

A. 1,2,3 C. 2,3,4

B. 1,2,3,4                                                       D. 1,2

  1. Tentukan besarnya nilai produksi marginal dari faktor produksi I(PMI) dan dari faktor produksi C(PMC) pada waktu faktor produksi I digunakan 10 satuan dan faktor produksi C digunakan 6 satuan,dengan faktor produksi Q = 36 – L2 + 20 C – LC:
    A. 8.                                                               C. 10.
    B. 9.                                                               D. 11.

    1. Biaya yang dengan jelas mengeluarkan uang kas ,disebut dengan:
      A. Biaya Implisit.                                           C. Biaya Eksplisit.
      B. Biaya Tetap.                                              D. Biaya Total.

      1. Fenomena yang biasa muncul akibat penambahan faktor produksi yang berkaitan dengan output produksinya,salah satunya adalah constant return to scale yang artinya:
        A. Kenaikan output memiliki proporsi yang sama dengan penambahan output.
        B. Kenaikan output memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan penambahan input.
        C. Kenaikan output memiliki proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan input.
        D. Kenaikan output memiliki proporsi yang sama dengan penambahan input.

10.  Hal yang harus diketahui untuk menggambar Isocost,yaitu:

A. Uang dan barang.

B. Barang dan jasa.

C. Jasa dan Harga.

D. Harga dan uang.

Jawaban

  1. C                                                                                                             6.   A
  2. D                                                                                                             7.   C
  3. A                                                                                                             8.   C
  4. C                                                                                                             9.   D
  5. D                                                                                                             10.

Cara penyelesaian No. 5:

2.Ongkos dan Penerimaan

A. Macam-macam Ongkos

Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.

Macam-macam ongkos,yaitu :

  1. Total Fixed Cost(ongkos total tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.Contoh penyusutan, sewa, dsb.Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.
  2. Total  Variabel Cost ( ongkos variabel total ) adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
  3. Total Cost (ongkos total ) adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
  4. Averege Fixed Cost ( ongkos tetap rata-rata ) adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output.

Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC/Q

  1. Averege Fixed Cost (ongkos variabel rata-rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
  1. Averege Total Cost (onggkos total rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
  1. Marginal Cost (ongkos marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.

B. Kurva Ongkos

Ongkos produksi dibedakan menjadi;

  1. 1. Ongkos Produksi Jangka Pendek

Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti mesin,gedung dan tanah.Masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku,tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel.Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.


Kurva Biaya Total


Kurva Ongkos Variabel dan Rata-rata

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari gambar diatas sebagai berikut:

  1. AVC minimum bila garis singgung kurva TVC melalui titik origin.
  2. ATC minimum bila garis singgung TC melalui titik origin.
  3. AVC dan ATC minimum bila keduanya memotong MC.
  1. 2. Ongkos Produksi Jangka Panjang

Dalam ongkos produksi jangka panjang,perusahaan dapat menambah semua faktor produksi,

Sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang.Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.

Kemungkinan Kapasitas Produksi

Dalam analisa ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurve AC.Kapasitas 1 ditunjukkan oleh ACI,kapasitas 2 ditunjukkan oleh ACI2 dan kapasitas 3 oleh ACI3,dengan demikian pengusaha mempunyai 3 alternatif kapasitas produksi beserta ongkosnya.

Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa:

  1. Produksi < 125 unit,kapasitas 1 merupakan kapasitas yang paling efisien,karena ongkos produksinya paling minimum.
  2. Produksi antara 125 sampai 140 unit,kapasitas 2 merupakan kapasitas yang paling efisien.
  3. Produksi > 140 unit,kapasitas 3 merupakan kapasitas yang paling efisien.

Kurva Long Run Average Cost (LRAC) adalah kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksiny.LRAC Curve dibentuk dari kumpulan AC yang banyak sekali,maka bentuknya menyerupai huruf U.

Kurva Long Run Average Cost

Kurva LRAC tidak menyinggung kurve-kurve AC pada titik yang terendah.Dalam gambar tersebut hanya kurva Acx yang disinggung oleh kurva LRAC pada titik yang paling rendah yaitu titik B.Kurva-kurva AC yang ada disebelah kiri dan kanan kurva Acx tidak disinggung pada titik yang paling minimum.Dalam jangka panjang titik terendah AC tidak menggambarkan ongkos produksi yang paling minimum untuk menghasilkan satu tingkat produksi,sebab terdapat AC lain yang dapat lebih meminimumkan ongkos.Kurva AC1 dan AC2,titik A  merupakan titik terendah dari ACI,sehingga dalam jangka pendek produksi sebesar qa merupakan produksi dengan ongkos yang paling minimum. Tapi dalam jangka panjang belum merupakan ongkos yang paling minimum,sebab jika kapasitas produksi yang berikutnya digunakan (AC2),produksi qa dapat diproduksi dengan ongkos yang lebih rendah lagi A2 pada AC2.

Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang

Jika perusahaan ingin berproduksi 2 unit untuk jangka pendek,pengusaha memilih kapasitas pabrik pada kurva SACI dengan biaya Rp 300,-.Untuk produksi 4 unit,pengusaha akan memilih kapasitas pabrik pada kurva SACI2 dengan ongkos Rp 150,-.Pada produksi 4 unit ini,perusahaan dapat menggunakan kapasitas pada SACI,tapi biayanya lebih tinggi dan seterusnya.Kurva LRAC disebut pula dengan kurva amplop,sebab SAC selalu di dalamnya.

Kurva LRAC menyerupai bentuk huruf U disebabkan oleh sebagai berikut:

  1. Economies Of Scale atau Increasing Returns To Scale.

Kurva LRAC bergerak kekanan semakin menurun.Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi,karena para pengusaha bisa memperbesar fasilitas produksi,sehingga terjadi penghematan ongkos produksi.Hal ini menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi rendah.Faktor-faktor yang merupakan Economies Scale sebagai berikut:

  1. Spesialisasi faktor-faktor produksi.
  2. Penurunan harga bahan mentah,karena pembelian yang besar.
  3. Hasil dari produk sampingan.
  4. Perusahaan besar mendorong pengembangan fasilitas diluar perusahaan yang berguna baginya.
  5. Diseconomies Of Scale atau Decreasing Returns To Scale.

Perusahaan yang terus berkembang besar pada suatu tngkat tertentu cenderung tidak efisien,sehingga produktifitasnya menurun.Akibatnya ongkos produksi menaik.Hal ini terlihat pada kurva LRAC sisi kanan menaik.

C. Penerimaan (Revenue)

Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya.Macam-macam revenue sebagai berikut:

  1. Total Revenue (TR) adalah penerimaan total dari hasil penjualan output.
  1. Average Revenue (AR) adalah penerimaan perunit dari penjualan output.
  1. Marginal Revenue (MR) adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.

Bentuk-bentuk kurva TR,MR dan AR tergantung dari jenis pasarnya sebagai berikut:

  1. Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar ini harga ditentukan oleh pasar.

TR,AR dan MR di Pasar Persaingan Sempurna

  1. Pasar Persaingan Tidak Sempurna.

Dalam pasar ini perusahaan dapat mempengaruhi harga,bahkan menentukannya.

TR,AR dan MR di Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Sifat-sifat dari konsep revenue sebagai berikut:

  1. Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari satu yang berarti penurunan harga 1% ,berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1%.
  2. Total Revenue maksimum pada Eh = 1.
  3. Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1% berakibat kenaikan permintaan < 1%.

D. Keuntungan Maximum

  1. I. Pendekatan Total

Laba Total (p)    adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.

Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:

a)      Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.

b)      Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.

Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.

Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total

Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan  total yang diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A dan titik B.

  1. II. Pendekatan Marginal

Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output.  Secara matematis dirumuskan:

Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.

Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal

Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal.Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan),yaitu; :
– Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal)
– Mendapat untung normal
– Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
– Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.

III. Pendekatan Rata-rata

Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.

Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna:

Mencari Keuntungan Maksimum di Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa keuntungan maksimum adalah pada Q = 4 satuan.

Berdasarkan Gambar tersebut,keuntungan maksimum dicapai pada kurva TR dan TC yang jarak vertikalnya paling lebar.

Jika dengan menggunakan MR = MC,keuntungan maksimum dicapai pada saat MR berpotongan dengan MC.

Dalam mencari keuntungan maksimum di Pasar Persaingan Sempurna sebagai berikut:

Mencari Keuntungan Maksimum di Pasar Persaingan Sempurna

E.Soal Latihan

  1. Ongkos Produksi adalah:
    A. Jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.
    B. Jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.
    C. Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.
    D. Ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
  1. Berikut ini contoh macam-macam ongkos:

1)      Ongkos bahan mentah.

2)      Ongkos tenaga kerja.

3)      Ongkos sewa.

Yang merupakan contoh dari Total Variabel Cost,yaitu:

A. 1 dan 2. C. 3 dan 2.

B. 2 dan 3.                                                     D. 3 dan 1.

adalah rumus untuk:

A. Averege Fixed Cost.                                             C. Averege Total Cost.

B. Averege Fixed Cost. D. Marginal Cost.

  1. LRAC (Kurva Long Run Cost) adalah:
    A. Kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling maksimum untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksinya.
    B. Kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling tetap untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksinya.
    C. Kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling panjang untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksinya.
    D. Kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksinya.
  1. Pada kurva ongkos variabel dan rata-rata,AVC minimum bila:
    A. Garis singgung kurva AVC melalui titik origin.
    B. Garis singgung kurva TVC melalui titik origin.
    C. Garis singgung kurva AVC mendahului titik origin.
    D. Garis singgung kurva TVC mendahului titik origin.
  1. Pada kurva LRAC bergerak ke kanan dan semakin menurun,berarti:
    A. Penurunan produksi.
    B. Peningkatan produksi.
    C. Tetap atau sama saja.
    D. a,b,c salah.
  1. Berikut ini faktor-faktor yang merupakan Economic Scale,kecuali:
    A. Penurunan harga bahan mentah karena pembelian yang besar.
    B. Produktifitasnya menurun akibatnya ongkos produksi naik.
    C. Hasil dari produk sampingan.
    D. Perusahaan besar mendorong pengembangan fasilitas diluar perusahaan yang berguna baginya.
  1. Average Revenue adalah:
    A. Penerimaan total dari hasil penjualan output.
    B. Penerimaan perunit dari penjualan output.
    C. Kenaikan penerimaan sebagai akibat dari penambahan satu unit output.
    D. Penurunan penerimaan sebagai akibat dari pengurangan satu unit output.

adalah rumus untuk:

A. Biaya Marginal.                                                     A.Penerimaan rata-rata.

B. Penerimaan Total.                                                 D.Penerimaan Marginal.

10.  Laba Total adalah:

A. Perbedaan antara penerimaan harga dan biaya total.

B. Perbedaan antara penerimaan total dan biaya total.

C. Perbedaan antara penerimaan barang dan harga total.

D. Perbedaan antara penerimaan total dan harga total.

11.  Sebutkan salah satu cara dalam menentukan keuntungan maksimum:

A. Mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.

B. Mencari selisih antara kerugian maksimum dengan ongkos minimum.

C. Kerugian maksimum terjadi pada saat MR = MC.

D. Kerugian maksimum terjadi pada saat MR < MC.

12.  Diketahui:

PX = Rp.500 per unit,PY = Rp.250 per unit,dan M  = Rp.10.000,-

Tentukan nilai X :

A. 10.                                                             C. 30.

B. 20. D. 40.

13.  Berdasarkan soal di atas,tentukan nilai Y :

A. 10.                                                             C. 30.

C. 20.                                                             D. 40.

14.  Sebutkan apa yang menjadi kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan dalam jangka pendek berdasarkan pendekatan marginal:

A. Mendapat untung luar biasa.

B. Mengalami kerugian tetapi masih dapat membayar biaya berubah.

C. Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.

D. a,b dan c salah.

15.  Unsur-unsur biaya jangka pendek adalah:

A. Biaya tetap dan biaya penjualan.

B. Biaya umum dan biaya penjualan.

C. Biaya produksi dan biaya rata-rata.

D. Biaya tetap dan biaya total.

16.  Biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada jumlah produksi yang dihasilkan disebut:

A. Biaya langsung.                                         C. Biaya tetap.

B. Biaya tidak langsung.                               D. Biaya tidak tetap.

17.  Dalam persaingan sempurna,garis kurva permintaan horizontal sebab:

A. Produsen tidak dapat mempengaruhi harga pasar.

B. Produsen dapat mempengaruhi harga pasar.

C. Produsen tidak dapat meningkatkan produksi.

D. Produsen selalu berusaha meningkatkan produksi.

18.  Dalam persaingan sempurna kurva penerimaan total merupakan:

A. Garis horizontal. C. Garis yang bergelombang.

B. Garis yang menanjak.                                D. Garis tidak konstan.

19.  Dalam persaingan tidak sempurna,garis kurva tidak konstan dan tergantung kepada besar kecilnya jumlah barang yang terjual sebab:

A. Produsen tidak dapat mempengaruhi harga pasar.

B. Produsen dapat mempengaruhi harga pasar.

C. Produsen tidak dapat meningkatkan produksi.

D. Produsen selalu berusaha meningkatkan produksi.

20.  Dalam persaingan tidak sempurna  kurva penerimaan total merupakan:

A. Garis horizontal.                                        C. Garis yang bergelombang.

B. Garis yang menanjak.                                D. Garis tidak konstan.

Jawaban

  1. C                                                                     11. A
  2. A                                                                     12. B
  3. B                                                                     13. D
  4. D                                                                     14. D
  5. B                                                                     15. D
  6. B                                                                     16. C
  7. B                                                                     17. A
  8. B                                                                     18. A
  9. D                                                                     19. B

10.  B                                                                     20. D

3.Struktur Pasar

Pasar output adalah pertemuan antara permintaan output dan penawaran output.Pada sisi permintaan,pasar output mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bahwa permintaan pasar adalah penjumlahan dari permintaan konsumen yang jumlahnya banyak sekali.Namun pada sisi penawarannya, jumlah penjual bervariasi dari jumlah yang sangat banyak sampai jumlah yang sedikit,bahkan hanya satu penjual.Berdasarkan jumlah penjual yang ada,struktur pasar output dibedakan menjadi empat, yaitu :

  1. Pasar Persaingan Sempurna (perfect competitive market) : pasar dengan jumlah penjual sangat banyak.
  2. Pasar Monopoli : pasar dengan hanya satu penjual.
  3. Pasar Oligopoli : pasar dengan jumlah penjual sedikit.
  4. Pasar Persaingan Monopolistik : pasar dengan banyak penjual tetapi produk produknya heterogen, sehingga masing-masing penjual dapat mempengaruhi harga.

Ketiga pasar terakhir termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna ( imperfect

competitive market).

A.Pasar Persaingan Sempurna

Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena struktur pasar ini akan dapat menjamin berlangsungnya aktivitas produksi dengan tingkat efisiensi yang tinggi.Oleh karena itu dalam analisis ekonomi sering digunakan asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna.Tetapi dalam praktek tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya (sesuai teori).Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut.Namun,sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting.

Asumsi-Asumsi

Model persaingan sempurna didasari oleh asumsi-asumsi sebagai berikut:

  1. Terdapat sangat banyak penjual dan pembeli. Oleh karena terdapat sangat banyak produsen atau perusahaan, maka setiap produsen atau perusahaan hanya memasok produk sebagian kecil saja dari total produk yang ditawarkan di pasar.Pembeli juga sangat banyak sehingga secara individual mereka tidak mempunyai kekuatan monopsoni untuk mempengaruhi mekanisme di dalam pasar.
  2. Produk yang dihasilkan oleh para produsen adalah homogen. Pasar diartikan sebagai gabungan dari produsen yang memproduksi produk yang homogeny atau identik. Ini berarti bahwa antara produk dari produsen yang satu dengan produk dari produsen yang lain bersifat substitusi sempurna.Oleh karena itu,para pembeli tidak dapat membedakan produk- produk dari produsen yang berbeda.
  3. Setiap produsen adalah pengambil harga ( price taker).Implikasi dari kedua asumsi di atas adalah bahwa produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar yang berlaku dengan mengubah jumlah produk yang ditawarkan. Dengan demikian setiap produsen hanya menerima harga pasar.Produsen dapat menawarkan produk berapapun jumlahnya dengan harga pasartersebut.
  4. Perusahaan-perusahaan bebas masuk dan keluar pasar ( free entry and exit of firms).Tidak ada hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk ke pasar atau keluar dari pasar.
  5. Maksimisasi profit/keuntungan.Tujuan dari semua perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan. Tidak ada tujuan lain.
  6. Tidak ada regulasi dari pemerintah. Tidak ada intervensi pemerintah di dalam pasar ( seperti tarif, subsidi, pembatasan produksi, dan sebagainya). Struktur pasar di mana telah dipenuhi asumsi-asumsi di atas disebut pasar persaingan murni (pure competition). Untuk pasar persaingan sempurna (perfect competition) memerlukan asumsi-asumsi tambahan sebagai berikut.
  7. Mobilitas faktor-faktor produksi sempurna. Faktor-faktor produksi bebas berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mekanisme ekonomi.Dengan kata lain, terjadi persaingan sempurna di dalam pasar input.
  8. Pengetahuan sempurna ( perfect knowledge).Semua penjual dan pembeli diasumsikan mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar, baik kondisi sekarang maupun yang akan datang. Dengan demikian kondisi ketidakpastian di masa mendatang dapat diantisipasi.Informasi pasar dapat diperoleh dengan mudah dan tanpa biaya.Berdasarkan asumsi-asumsi di atas kita akan menganalisis ekuilibrium atau keseimbangan produsen/ perusahaan dan pasar/industri di dalam jangka pendek dan jangka panjang.Ekuilibrium produsen dicapai pada saat perusahaannya mencapai keuntungan maksimum. Ekuilibrium pasar atau industri dicapai apabila (a) semua perusahaan dalam posisi ekuilibrium, dan (b) jumlah produk semua perusahaan tersebut sama dengan jumlah permintaan semua konsumen.

Ekuilibrium Jangka Pendek

Analisis jangka pendek (shrot run), yaitu di mana dianggap bahwa setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru masuk ke dalam pasar.Sedangkan analisis jangka panjang (long run) adalah di mana dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas pabrik oleh perusahaan-perusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh pengusaha-pengusaha baru yang masuk ke pasar.

Ekuilibrium Perusahaan Jangka Pendek

Suatu perusahaan dalam kondisi ekuilibrium ketika ia mencapai keuntungan ( π ) maksimum. Keuntungan ( π ) didefinisikan sebagai perbedaan antara total cost (TC) dan total revenue (TR), sehingga dapat ditulis : π = TR – TC. Seperti telah dibahas pada Bab VI, bahwa ekuilibrium perusahaan secara grafis dapat ditunjukkan melalui dua pendekatan, yaitu (1) menggunakan kurve TR dan TC ( lihat Gb. 1),dan (2) menggunakan kurve MR dan MC (lihat Gb. 2) Di dalam Gb. 2 ditunjukkan posisi ekuilibrium perusahaan dengan menggunakan kurve TR dan TC dalam pasar persaingan sempurna. Kurve TR adalah suatu garis lurus melalui origin, menunjukkan bahwa harga output adalah konstan pada semua tingkat output.Produsen adalah price taker dan dapat menjual

setiap outputnya pada harga pasar yang berlaku dengan TR naik proporsional dengan volume penjualannya. Slope kurve TR adalah marginal revenue (MR). MR ini konstan dan sama dengan harga pasar, karena semua unit output dijual pada harga yang sama.

Kondisi Ekuilibrium dengan Kurve TR dan TC (Gb. 1)

Dengan demikian, MR = AR = Pq. Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada penjualan output Qe, di mana jarak vertikal antara kurvr TR dan kurve TC paling lebar.Pada penjualan output di bawahnya atau di atasnya, total keuntungan tidak maksimum. Pada penjualan di bawah QA ( disebelah kiri titik A) dan di atas QB (disebelah kanan titik B) perusahaan menderita kerugian.Di dalam Gb. 2. ditunjukkan kurve-kurve marginal cost (MC), average cost (AC) dan kurve permintaannya (D ).

Kondisi Ekuilibrium dengan Kurve MR dan MC (Gb. 2)

Dalam persaingan sempurna kurve permintaan adalah juga kurve AR dan kurve MR.Kurve MC memotong kurve ATC pada titik minimumnya. Perusahaan mencapai keuntungan maksimum pada tingkat penjualan output di mana MR = MC, yaitu pada titik e, di mana kurve MC memotong kurve MR. Di sebelah kiri titik e, belum mencapai keuntungan maksimum, karena setiap penjualan unit output di sebelah kiri Qe masih memberikan keuntungan yang lebih tinggi dari marginal costnya. Di

sebelah kanan Qe, biaya setiap tambahan unit output lebih tinggi dari penerimaan (revenue) yang diperoleh dari penjualannya, sehingga total keuntungan berkurang dan dapat menderita kerugian. Dari bahasan ini dapat ditarik kesimpulan :

  1. Jika MC < MR total keuntungan belum maksimum, perusahaan harus meningkatkan outputnya.
  2. Jika MC > MR tingkat keuntungan menjadi menurun, perusahaan harus menghentikan produksinya.
  3. Jika MC = MR tingkat keuntungan jangka pendek adalah maksimum.

Jadi syarat pertama untuk ekuilibrium perusahaan dalam jangka pendek adalah MR = MC. Namun, syarat ini belum cukup, karena pada kondisi di mana MR = MC belum tentu perusahaan dalam kondisi ekuilidrium.Dalam Gb.2. pada titik e’, di mana syarat MR = MC juga terpenuhi, tetapi perusahaan tidak dalam kondisi ekuilibrium, karena keuntungan maksimum pada tingkat output Qe > Qe’. Oleh karena itu, kondisi ekuilibrium membutuhkan syarat kedua yaitu bahwa pada saat berpotongan dengan kurve MR, MC menaik. Jadi, kurve MC memotong kurve MR harus dari bawah. Pada titik e, slope MC positif, sedangkan slope MR = 0, berarti slope MC > slope MR. Dengan demikian, syarat ekuilibrium perusahaan dalam jangka pendek adalah : (1) MC = MR dan (2) slope MC > slope MR.Dalam kenyataan, suatu perusahaan dalam kondisi ekuilibrium tidak berarti harus menerima keuntungan ( excess profit). Apakah perusahaan menerima keuntungan atau menderita kerugian tergantung pada tingkat biaya total rata-rata (ATC). Jika ATC di bawah tingkat harga ekuilibrium, perusahaan akan menerima keuntungan (excess profit) sebesar luas bidang PqABe (Gb.3). Jika ATC diatas harga ekuilibrium, perusahaan menderita kerugian sebesar FCePq (Gb. 7.4). Dalam kasus demikian, perusahaan hanya akan meneruskan produksinya jika masih mampu menutup biaya variabelnya.

menderita kerugian minimum.Titik di mana perusahaan dalam kondisi menutup biaya variabelnya disebut “closing-down point” atau dapat disebut sebagai titik di mana perusahaan menghentikan produksinya. Dalam Gb.5 “closing-down point” perusahaan ditandai oleh titik w. Jika harga turun di bawah Pw perusahaan tidak dapat menutup biaya variabelnya dan lebih baik menutup perusahaan.

Kurve Penawaran Perusahaan dan Industri

Kurve penawaran perusahaan adalah juga kurve MC yang menaik dan          terletak di atas AVC. Pada Gb.5 , kurve penawaran adalah kurve SMC mulai dari titik w ke kanan.Di bawah harga Pw output (Q) yang ditawarkan perusahaan adalah nol.Sepanjang harga naik diatas Pw, output yang ditawarkan akan naik.Kurve SMC menunjukkan volume-volume output (Q) yang dipilih oleh produsen untuk setiap tingkat harga.Sedangkan kurve penawaran juga kurve yang menunjukkan volume-volume output (Q) yang ditawarkan oleh seorang produsen pada berbagai tingkat harga.Jadi kurve SMC = kurve penawaran perusahaan.Kurve penawaran industri atau pasar adalah penjumlahan horizontal dari

kurve-kurve penawaran perusahaan. Sebagai contoh hanya ada dua perusahaan, A dan B di dalam pasar maka kurve penawaran pasar dapat digambarkan sebagai berikut (Gb.6).

Ekuilibrium Pasar Jangka Pendek

Ekuilibrium pasar tercapai bila volume output yang ditawarkan seluruh produsen di pasar sama dengan volume output yang dibutuhkan oleh seluruh konsumen.Kondisi ini secara grafis ditunjukkan oleh titik perpotongan antara kurve penawaran pasar dengan kurve permintaan pasar. Bagaimana pencapaian posisi ekuilibrium pasar persaingan sempurna,di mana terbentuk harga pasar dan kemudian para produsen menyesuaikan tingkat produksinya dengan harga tersebut,dapat digambarkan sebagai berikut (Gb.7).Arah pencapaian ekuilibrium pada Gb.7 tersebut dapat dijelaskan menggunakan bagan sebagai berikut:

Ekuilibrium Jangka Panjang

Dalam jangka panjang ada kemungkinan perluasan ( atau penciutan) kapasitas produksi dan masuknya perusahaan-perusahaan baru ke dalam pasar.Kedua faktor tersebut mengakibatkan adanya penambahan atau pengurangan volume output yang ditawarkan di pasar. Perusahaan-perusahaan yang telah ada akan menambah kapasitas produksi dan perusahaan-perusahaan baru akan masuk ke dalam pasar apabila perusahaan-perusahaan tersebut akan dapat memperoleh keuntungan (excess profit).Keuntungan ini dapat diperoleh apabila harga yang berlaku (jangka pendek) melebihi biaya rata-rata jangka panjang (Long Run Average Cost = LAC).Jadi jika P > LAC maka perusahaan-perusahaan yang ada akan memperluas kapasitas produksinya dan atau perusahaan-perusahaan baru akan masuk ke dalam pasar.Adanya perluasan kapasitas produksi dan pendirian pabrik-pabrik baru tersebut akan menyebabkan bertambahnya volume output yang ditawarkan di pasar dan selanjutnya menyebabkan harga turun.Hal ini secara grafis,ditandai dengan bergesernya kurve penawaran pasar ke kanan dan turunnya harga.Bila harga turun sampai tingkat di mana P = LAC,maka tidak ada lagi insentif bagi perusahaanperusahaan untuk menambah kapasitas produksi maupun perusahaan-perusahaan baru membangun pabrik-pabrik,karena pada saat ini tidak ada keuntungan lebih ( excess profit).Yang ada hanya keuntungan normal,yaitu keuntungan yang sudah termasuk dihitung dalam LAC.Jadi, keuntungan normal diperoleh pada tingkat output di mana P = LAC.Dengan demikian pada kondisi di mana P = LAC,tidak ada lagi penambahan kapasitas produksi dan pendirian pabrik baru.

B.Pasar Monopoli

Struktur pasar yang bertentangan dengan pasar persaingan sempurna adalah monopoli.Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual, tidak ada substitusi produk yang mirip (close substitute), dan terdapat hambatan masuk (barriers to entry) ke pasar.

Ciri-ciri pasar monopoli dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Hanya ada satu penjual.Karena hanya ada satu penjual maka pembeli tidak mempunyai pilihan lain. Dalam hal ini pembeli hanya menerima syarat-syarat jual-beli yang ditentukan penjual.
  2. Tidak ada substitusi produk yang mirip.Misalnya,aliran listrik.Aliran listrik tidak mempunyai pengganti dari barang lain. Ada barang pengganti tetapi sifatnya berbeda, misalnya, lampu minyak.Lampu minyak tidak dapat menggantikan fungsi aliran listrik untuk menyalakan TV, seterika,dan sebagainya.
  3. Terdapat hambatan masuk ke pasar.Hambatan ini bisa berbentuk undangundang,memerlukan teknologi yang canggih,dan memerlukan modal yang sangat besar.
  4. Sebagai penentu harga ( price setter). Dengan mengendalikan tingkat produksi dan volume produk yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga yang dikehendaki.

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya monopoli adalah :

  1. 1. Memiliki bahan mentah strategis atau pengetahuan teknis produksi yang spesifik.Perusahaan monopoli umumnya menguasai seluruh atau sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Sebagai contoh, Pertamina.
  2. 2. Hak paten produk atau proses produksi.Dengan pemberian hak paten akan melidungi perusahaan atau pihak-pihak pencipta suatu produk dari peniruan pihak-pihak lain.
  3. 3. Terdapat skala ekonomis. Pada beberapa kegiatan ekonomi, dengan menggunakan teknologi modern, produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Ini berarti bahwa pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana biaya produksi minimum, jumlah produksi adalah hampir sama dengan jumlah permintaan riel di pasar. Dengan sifat skala ekonomis demikian, pada tingkat produksi yang sangat tinggi, perusahaan dapat menurunkan harga. Keadaan seperti ini mengakibatkan perusahaan baru tidak akan sanggup bersaing dengan perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli. Perusahaan jasa umum, seperti perusahaan listrik, perusahaan air minum, perusahaan telepon, dan perusahaan kereta api adalah contoh-contoh industri yang memiliki sifat skala ekonomis seperti diterangkan di atas.
  4. 4. Pemberian Hak Monopoli oleh Pemerintah. Melalui peraturan pemerintah, dapat diberikan kekusaan monopoli kepada perusahaan-perusahaan atau lembagalembaga tertentu.

C.Pasar Monopolistis

Pasar monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis bentuk pasar yang ekstrem,yaitu persaingan sempurna dan monopoli.Oleh karena itu sifat-sifat bentuk pasar ini mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli dan sifat pasar persaingan sempurna.Secara umum, pasar persaingan monopolistic dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana terdapat banyak produsen/penjual yang menghasilkan dan menjual produk yang berbeda coraknya ( differentiated

product).

Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Terdapat banyak penjual.Terdapat banyak penjual tetapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna.Perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama.
  2. Produknya tidak homogen ( berbeda corak).Produk perusahaan persaingan monopolistik berbeda coraknya dan secara fisik mudah untuk membedakan antara produk perusahaan yang satu dengan produk perusahaan lainnya. Sifat ini adalah sifat yang penting untuk membedakannya dengan sifat pada pasar persaingan sempurna.Perbedaan-perbedaan lain dapat berupa pembungkusannya,cara pembayaran dalam pembelian, pelayanan penjualan, dan sebagainya.Karena perbedaan corak tersebut maka produk perusahaanperusahaan persaingan monopolistik tidak bersifat substitusi sempurna. Mereka hanya bersifat substitusi dekat ( close substitute) .Perbedaan-perbedaan inilah yang menjadi sumber kekuatan monopoli dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik.
  3. Perusahaan mempunyai sedikit kekuatan mempengaruhi harga.Kekuatan mempengaruhi harga tidak sebesar pada pasar monopoli dan oligopoly.Kekuatan mempengaruhi harga bersumber dari perbedaan corak produk.Perbedaan ini mengakibatkan para pembeli akan memilih.Pembeli dapat lebih menyukai produk suatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai produk perusahaan lainnya. Sehingga jika suatu perusahaan menaikkan harga, ia masih dapat menarik pembeli walaupun tidak sebanyak sebelum kenaikan harga.Sebaliknya jika suatu perusahaan menurunkan harga,belum tentu diikuti oleh kenaikan permintaan produk yang dihasilkan.
  4. Masuk ke dalam industry atau pasar relative mudah.Masuk ke dalam pasar persaingan monopolistik tidak seberat masuk pasar monopoli dan oligopoly tetapi tidak semudah masuk pasar persaingan sempurna.Hal ini disebabkan,(1) modal yang diperlukan relatif besar dibandingkan dengan perusahaan pada pasar persaingan sempurna dan (2) harus menghasilkan produk yang berbeda dengan produk yang sudah ada di pasar.
  5. Persaingan promosi penjualan sangat aktif.Dalam pasar persaingan monopolistik harga bukan penentu utama besarnya pasar. Suatu perusahaan mungkin menjual produknya dengan harga cukup tinggi tetapi masih dapat menarik banyak pelanggan.Sebaliknya mungkin suatu perusahaan menjual produknya dengan harga yang cukup murah tetapi tidak banyak menarik pelanggan.Oleh karena itu untuk menarik para pelanggan, perusahaan harus aktif melakukan promosi, memperbaiki pelayanan,mengembangkan desain produk,meningkatkan mutu produk,dan sebagainya.

Keseimbangan Jangka Pendek

Kurve permintaan perusahaan persaingan monopolistik merupakan peralihan dari kurve permintaan perusahaan persaingan sempurna dan kurve permintaan perusahaan monopoli. Jadi, kurve tersebut sedikit miring dari kiri atas ke kanan bawah. Ini berarti bahwa elastisitas permintaannya lebih kecil dari elastisitas permintaan perusahaan persaingan sempurna tetapi lebih besar dari elastisitas permintaan perusahaan monopoli. Analisis keseimbangan pada perusahaan persaingan monopolistik sama dengan analisis pada perusahaan monopoli. Bedanya,permintaan yang dihadapi perusahaan monopoli adalah seluruh permintaan pasar,sedang yang dihadapi perusahaan persaingan monopolistic adalah sebagian dari permintaan pasar.Dua keadaan keseimbangan perusahaan persaingan monopolistik ditunjukkan dalam Gb. 7.16. Gb. 7.16.a menunjukkan keadaan dimana perusahaan memperoleh keuntungan dan Gb. 7.16.b menunjukkan perusahaan menderita kerugian.

Gb. 7.16.a menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh keuntungan maksimum pada tingkat produksi dan penjualan sebesar Q dan tingkat harga sebesar P karena pada keadaan ini terpenuhi dalil keuntungan ( MR = MC ).Luas PABC menunjukkan jumlah keuntungan maksimum yang diperoleh. Gb. 7.16.b menunjukkan bahwa kerugian minimum pada tingkat produksi dan penjualan sebesar Q1 dan tingkat harga P1. Kerugian minimum sebesar P1ABC1.

Keseimbangan Jangka Panjang

Perolehan keuntungan diatas normal seperti ditunjukkan dalam Gb. 7.16.a,mengundang masuknya perusahaan-perusahaan baru.Akibatnya, setiap perusahaan akan menghadapi permintaan yang lebih sedikit pada berbagai tingkat harga.Ini berarti bahwa masuknya perusahaan-perusahaan baru mengakibatkan kurve permintaan dan tentunya juga kurve MR perusahaan persaingan monopolistik

bergeser ke kiri. Masuknya perusahaan-perusahaan baru akan berlangsung terus sehingga perusahaan hanya menerima keuntungan normal.Jadi,dalam jangka panjang, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik hanya menerima keuntungan normal, seperti halnya perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.Gb. 7.17 menunjukkan keseimbangan perusahaan persaingan monopolistik dalam jangka panjang.

Gb. 7.17 menunjukkan bahwa PL adalah sama dengan biaya total rata-rata (ATC) yang berarti perusahaan memperoleh keuntungan normal.Sifat perusahaan persaingan monopolistik ketika memperoleh keuntungan normal berbeda dengan sifat perusahaan persaingan sempurna yang juga ketika memperoleh keuntungan normal.Perbedaan tersebut adalah (1) harga jual produk dan biaya produksi pada perusahaan persaingan monopolistik lebih tinggi dibanding pada perusahaan persaingan sempurna,dan (2) kegiatan produksi pada perusahaan persainganmonopolistik belum mencapai tingkat optimal ( tingkat produksi dengan biaya per unit paling rendah).Sebaliknya jika perusahaan menderita kerugian minimum seperti ditunjukkan dalam Gb. 7.16.b, maka ia akan keluar dari pasar.Akibatnya, jumlah perusahaan dalam pasar semakin sedikit sehingga jumlah permintaan yang dihadapi perusahaanperusahaan yang masih ada menjadi lebih besar.Ini berarti bahwa kurve permintaan akan bergeser ke kanan.Kejadian keluarnya perusahaan dari pasar akan berlangsung terus sampai perusahaan memperoleh keuntungan normal seperti ditunjukkan dalam Gb. 7.17.Dalam keadaan seperti ini tidak ada lagi perusahaan yang masuk ke pasar dan juga tidak ada lagi yang keluar dari pasar.Oleh karena itu Gb. 7.17 tersebut menunjukkan keseimbangan jangka panjang perusahaan persaingan monopolistik.Sifat-sifat perusahaan persaingan monopolistik demikian tentu akan merugikan masyarakat, karena seandainya mereka beroperasi seperti perusahaan persaingan sempurna maka masyarakat konsumen akan dapat membeli produk dengan harga yang lebih rendah dan jumlah produk yang lebih banyak.

D.Pasar Duopoli dan Oligopoli

Duopoli adalah keadaan di mana hanya ada dua perusahaan yang menguasaipasar.Oleh karena itu setiap tindakan yang dilakukan oleh pengusaha yang satu akan mempengaruhi kebijakan pengusaha lainnya, baik dalam hal menentukan harga,kapasitas produksi, kualitas produk, dan sebagainya. Apabila produk yang dihasilkan oleh pengusaha duopoli homogen, maka pasar dinamakan duopoli murni( pure duopoly) . Apabila produk yang dihasilkan tidak homogen tetapi bersifat dapat

mensubstitusi, maka pasar dinamakan duopoli yang dibedakan ( differentiated duopoly).Pasar oligopoli sama saja dengan pasar duopoli, hanya saja dalam pasar oligopoli jumlah perusahaan yang menguasai pasar lebih dari dua tetapi tidak banyak (oligos = sedikit) sehingga tindakan dari pengusaha yang satu akan mempengaruhi kebijakan dari pengusaha lainnya. Apabila produk yang dihasilkan oleh pengusaha oligopoli homogen maka pasar dinamakan oligopoli murni ( pure oligopoly) dan apabila produk yang dihasilkan tidak homogen maka dinamakan oligopoli yang dibedakan ( differentiated oligopoly).

Duopoli:

Pasar duopoli jarang sekali ditemukan dalam kenyataan.Oleh karena itu teori pasar duopoli lebih banyak menggunakan asumsi-asumsi,bahkan ada yang perlu dikhayalkan.Namun,teori duopoli sangat berguna sebagai dasar bagi penyusunan teori pasar oligopoli.Teori pasar duopoli, pertama kali dikemukakan oleh ekonom Perancis Antoine Augustin Cournot pada tahun 1838 dalam karangannya berjudul “Researches into the Mathematical Principles of the Theory of Wealth”. Teori Cournot banyak dikrikik oleh ahli-ahli ekonomi, terutama tentang asumsi-asumsinya karena dianggap tidak masuk akal. Betrand-Edgeworth juga telah membuat teori duopoli yang dapat dianggap sebagai penyempurnaan teori Cournot.Untuk analisis pasar duopoli dapat digambarkan sebagai berikut. Misalnya,hanya ada pengusaha A dan pengusaha B yang menguasai pasar produk tertentu.Setiap tindakan yang dilakukan pengusaha A akan mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pengusaha B dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu untuk dapat meramalkan dengan baik tentang tindakan yang akan dilakukan oleh pengusaha pesaingnya maka pengusaha duopoli harus selalu memperhatikan perilaku pengusaha pesaingnya tersebut. Untuk hal ini tentu tidak mudah.Teori duopoli disusun berdasarkan asumsi-asumsi tentang perilaku pengusaha-pengusaha pesaing. Dengan demikian apabila asumsi-asumsi itu diubah,tentu akan muncul teori baru. Inilah yang menyebabkan adanya berbagai teori duopoli, karena asumsi-asumsi yang digunakan oleh para ahli yang menyusun teori berbeda.

D.Soal Latihan

  1. Sebutkan struktur pasar yang termasuk ke dalam pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competitive market),kecuali:
    A. Pasar Monopoli.                                        C. Pasar Individuali.
    B. Pasar Monopolistik.                                  D. Pasar Oligopoli.

    1. Harga ditentukan oleh mekanisme pasar.Bentuk pasar yang dimaksud adalah:
      A. Pasar persaingan sempurna. C. Pasar Monopoli.
      B. Pasar persaingan tidak sempurna.             D. Pasar Oligopoli. Ciri pasar monopoli antara lain:

        1. Harga ditentukan oleh mekanisme harga.
        2. Harga ditentukan oleh pembeli atau konsumen.
        3. C. Harga ditentukan oleh produsen.
        4. Harga ditentukan bersama antara produsen dan konsumen.
  1. Pemerintah dapat mencegah atau mengurangi kerugian yang disebabkan oleh pelaku monopoli dengan berbagai cara,kecuali:
    1. Mencegah munculnya monopoli dengan undang-undang antimonopoli.
    2. Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan yang mampu menyaingi monopolis.
    3. Membuka impor untuk barang yang diproduksi oleh monopolis.
    4. D. Pemerintah dalam penentuan produksi dan penentuan produksi tidak campur tangan.
  1. Terdapat barang-barang yang merupakan product differentiation adalah ciri dari:
    1. Pasar Monopoli.                                        C. Pasar Monopsono.
    2. Pasar Oligopoli. D. Pasar Duopsoni.
  1. Terjadinya monopoli adalah sebagai berikut,kecuali:
    1. A. Adanya kesamaan produk.
    2. Pemberian lisensi secara tunggal oleh pemerintah.
    3. Produsen menguasai bahan baku srategis.
    4. Pemberian hak paten pada setiap produk.
  1. Dampak negatif oligopoli terhadap perekonomian,kecuali:
    1. Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.
    2. Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.
    3. Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang munculnya inflasi yang kronis.
    4. D. Produsen oligopoli bekerja sama dalam penentuan harga.
  1. Untuk memenangkan persaingan setiap penjual atau produsen aktif melakukan promosi atau iklan.
    1. Pasar persaingan sempurna.                      C. Pasar oligopoli.
    2. Pasar monopoli.                                         D. Pasar monopolistik.
  1. Pasar Monopoli menyebabkan beberapa kerugian,yaitu:
    1. Pasar tidak luas hanya ada satu penjual yang dapat melayani konsumen secara optimal.
    2. B. Ketidakadilan,karena monopoli akan memperoleh keuntungan di atas keuntungan normal.
    3. Diperoleh secara alamiah karena produknya sangat digemari konsumen.
    4. Menguasai bahan mentah yang cukup srategis.

10.  Kebaikan dari Pasar Persaingan Sempurna,kecuali:

A. Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga dengan maksud merebut pasar karena harga adalah sesuatu yang harus diterima masing-masing produsen.

B.Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapapun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.

C. “Tidak mungkin mengubah bentuk barang untuk merebut pasar,karena adanya homogenitas barang.

  1. D. Pada pasar persaingan sempurna nampak kegiatan saling menyaingi antar penjual.

Jawaban

  1. C                                                                     6.  A
  2. A                                                                     7.  D
  3. C                                                                     8.  D
  4. D                                                                     9.  B
  5. B                                                                     10. D

BAB 111

PENUTUP

1.     KESIMPULAN

Dari hasil rangkuman di atas maka dapat disimpulkan,sebagai berikut:

  1. Dalam konsep “Perilaku Produsen” ada 3 (tiga) yang perlu dipahami,yaitu:
    1. Agar mengetahui dan memahami definisi atau pengertian dari produsen dan fungsi produksi.
    2. Mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan produksi.
    3. Dapat menghitung dan memilih biaya yang paling minimal.
    4. Dalam konsep “Ongkos dan Penerimaan” ada 4 (empat) yang perlu dipahami,yaitu:
      1. Dapat mengetahui dan memahami definisi ongkos dan penerimaan..
      2. Menggambarkan dan menjelaskan kurva biaya atau ongkos.
      3. Dapat menghitung dan menjelaskan penerimaan,macam-macam biaya,marginal produk dan marginal revenue.
      4. Dapat menghitung dan menjelaskan keuntungan maksimal.
      5. Dalam konsep “Struktur Pasar” ada 2 (2) yang perlu dipahami,yaitu:
        1. Menjelaskan pengertian Pasar.
        2. Dapat menjelaskan serta memahami persaingan pasar sempurna,Monopoli,Oligopoli dan Monopolistik.

2.     SARAN

Diharapkan mahasiswa dan pembaca makalah ini mengetahui pentingnya ekonomika,mengetahui bagaimana menetukan harga permintaan dan penawaran,dan mengetahui bagaimana konsumen mendapatkan kepuasan maksimal serta mengetahui perilaku konsumen secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, jilid I, Dana Bakti Waqaf Yogyakarta, 1995
  2. N. Gregory Mankiw: Principles of Economics, Harcout College Publisher Nasution, Mustafa Edwin, Nurul Huda, dkk. Pengenalan Ekslusif Ilmu Ekonomi Islam.
  3. Boediono . 1982. Ekonomi Mikro. Seri Sinopsis PIE No. 1, BPFE, Yogyakarta
  4. Rosidi, Suherman. 2000. Pengantar Teori Ekonomi. Pendekatan kepada Teori Makro & Mikro. Cetakan ke-4, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  5. Sukirno, Sadono. 2001. Pengantar Teori Mikroekonomi. Cetakan ke-15, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  6. Indoskripsi.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s