TUGAS SOFTKILL Kontribusi → UKM Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Khususnya di Daerah Subang (Desa Jambelaer) !!!

Posted: June 15, 2010 in KaMPuS!

KATA PENGANTAR

Dengan rendah hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan melimpahkan rahmat dan hidayahnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ini.Maksud dan tujuan dari penulisan buku ini adalah sebagai tugas tulisan yang diberikan dosen dalam mata kuliah “TEORI ORGANISASI UMUM 2” untuk membantu mahasiswa pada umumnya dan khususnya penulis sendiri dalam mengidentifikasi kontribusi UKM secara umum terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia khususnya di daerah Subang.

Usaha Kecil didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk diperniagakan secara komersial dan mempunyai omzet penjualan sebesar 1 (satu) miliar rupiah atau kurang disebut Usaha Kecil.Sementara kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk diperniagakan secara komersial dan mempunyai omzet penjualan lebih dari 1 (satu) miliar disebut Usaha Menengah.Segala usaha bisnis dijalankan dengan azas manfaat, yaitu bisnis harus dapat memberikan manfaat tidak saja secara ekonomi dalam bentuk laba usaha, tetapi juga kelangsungan usaha.

Makalah ini disusun berdasarkan hasil rangkuman dari beberapa buku sebagai referensi yang membahas Kontribusi UKM.Meskipun demikian,bukan berarti tulisan ini sudah cukup sebagai bekal materi mata kuliah.Guna pemahaman lebih lanjut pembaca diwajibkan mengembangkannya sendiri dengan membaca sumber aslinya sebagaimana ditunjukkan pada buku acuan atau mencari sumber yang lain yang lebih lengkap.Sekali lagi ditekankan bahwa makalah ini hanya sebagai pemandu,sedangkan pemahaman labih jauh disertakan pada masing-masing pembaca.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyajian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu mohon dengan sangat kepada semua pihak untuk memberikan komentar, kritik, dan saran demi perbaikan materi dan penyajian makalah ini.

Bekasi, Juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1.PENDAHULUAN

BAB 11. PEMBAHASAN

  1. Pengertian UKM
  1. Pembiayaan dan Pendapatan UKM di subang…

BAB 111. PENUTUP

  1. Kesimpulan…
  2. Saran…

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.Dan usaha yang berdiri sendiri.Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki,dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perorangan,badan usaha yang tidak berbadan hukum,atau badan usaha yang berbadan hukum,termasuk koperasi.

Sektor UKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan

ekonomi Indonesia. Sektor UKM telah terbukti tangguh,ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi,sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis.Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi sangat strategis,karenapotensinya yang besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat,dan sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.Eksistensi dan peran UKM yang pada tahun 2007 mencapai 49,84 juta unit usaha,dan merupakan 99,99% dari pelaku usaha nasional,dalam tata perekonomian nasional sudah tidak diragukan lagi,dengan melihat kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja,pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional,nilai ekspor nasional,dan investasi nasional.

BAB 11

PEMBAHASAN

1.Pengertian UKM

Usaha Kecil didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk diperniagakan secara komersial dan mempunyai omzet penjualan sebesar 1 (satu) miliar rupiah atau kurang.Sementara Usaha Menengah didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk diperniagakan secara komersial dan mempunyai omzet penjualan lebih dari 1 (satu) miliar.

Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia,secara umum adalah:

  1. Manajemen berdiri sendiri,dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan.Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM.
  2. Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal.
  3. Daearh operasinya umumnya lokal,walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri,berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan.
  4. Ukuran perusahaan,baik dari segi total aset,jumlah karyawan,dan sarana prasarana yang kecil.

Usaha Kecil Menengah tidak saja memiliki kekuatan dalam ekonomi, namun juga

kelemahan, berikut ini diringkas dalam bentuk tabel:

2.Pembiayaan dan Pendapatan UKM di Subang

Kementrian Koperasi Republik Indonesia akan mengucurkan dana dalam Program Pemberdayaan Koperasi di daerah-daerah.Koperasi Kelompok Perempuan dan Kelompok Pemuda yang mampu menjalankan koperasi usaha produktif. Adapun nilainya ialah sebesar Rp. 50 juta per koperasi dengan anggota minimal 25 orang.Bantuan tersebut dikucurkan melalui koperasi simpan pinjam yang besarannya Rp. 2 juta per anggota.Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM Ir. Agus Muharam, MSP., saat kunjungan kerja ke Pemda Kabupaten Subang untuk meninjau kelompok koperasi wanita, Kelompok perempuan dan kelompok pemuda di Desa Jambelaer Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang.

Pada kesempatan itu Agus sangat kagum atas perkembangan koperasi di Subang. Diantaranya Koperasi Wanita Mekar Saluyu Jambelaer yang dikunjunginya. Dua tahun lalu koperasi ini mendapat kucuran dana bergulir sebesar Rp. 100 juta dari subsidi BBM. Sekarang nilainya telah berkembang menjadi Rp. 600 juta. Ini sangat potensial untuk perkembangan pada pembinaan usaha kecil dan menengah.Hal yang sama disampaikan oleh Asisten Deputi Urusan Permodalan Kementerian Koperasi dan UKM, Ir. Niniek Agustini, MBA., yang menyampaikan kekagumannya pada usaha kecil menengah di Subang. Diharapkan para pengusaha kecil yang tergabung dalam koperasi makin meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan.Pemerintah saat ini tengah menggulirkan program pemberdayaan koperasi di daerah. Untuk makin memperluas promosi produksi, disampaikan pula untuk memanfaatkan keberadaan SMESCO UKM yang bertujuan mempromosikan produk unggulan dari tiap daerah ke dunia internasional.

Untuk itu kepada para pengusaha bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan optimal.Sebaiknya para pelaku usaha kecil dan menengah memanfaatkan keberadaan SMESCO UKM atau Small and Medium Enterprisees and Cooperatives.Kedatangan rombongan kementerian Koperasi dan UKM di terima oleh Bupati Subang,Eep Hidayat dan Wakil Bupati Subang, Ojang Sohandi yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi & UKM Kab. Subang, Drs. H.Ugit Sugiana, M.Si.,Kabid.Pembinaan UKM,Yeni Nuraeni,S.Sos., dan pejabat lainnya.Pada kunjungan kerja kali ini,rombongan Kementerian Koperasi & UKM mengunjungi beberapa sentra produksi unggulan di Kabupaten Subang, yaitu Tempat Produksi Sepatu asli produk Subang merk ”Chats”akronim dari ”Charudin Anak Tenjolaut Subang” di Jl. DI Pandjaitan, Koperasi Wanita ”Mekar Saluyu” di Desa Jambelaer Kecamatan Dawuan,Koperasi Wanita Leles Sagalaherang dan Koperasi Wanita Cikujang Kecamatan Serangpanjang.

Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) memberi kontribusi sebesar Rp 1.778,7 triliun atau 53,3 persen dari total PDB Indonesia tahun 2006 yang sebesar Rp 3.338,2 triliun. Demikian tertulis dalam data hasil kerjasama BPS dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dipublikasikan, Jumat (16/3/2007). Pertumbuhan sektor UKM yang paling tinggi tahun 2006 terjadi di sektor bangunan sebesar 8,2 persen, sektor jasa-jasa 8,1 persen serta sektor pertambangan dan penggalian 7,9 persen.Berdasarkan data tersebut, jumlah populasi UKM tahun 2006 mencapai 48,9 juta unit usaha atau 99,98 persen terhadap total unit usaha di Indonesia.Jumlah tenaga kerja di sektor ini mencapai 85,4 juta orang atau 96,18 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Hasil produksi UKM yang diekspor selama tahun 2006 mencapai Rp 122,2 triliun atau 20,1 persen terhadap total ekspor non migas nasional. Kontribusi UKM terhadap investasi atau pembentukan modal tetap bruto Indonesia mencapai 46,2 persen atau Rp 369,8 triliun.BPS juga mencatat,gara-gara kenaikan BBM oktober 2005, biaya produksi UKM meningkat sebesar 28,1 persen dan keuntungan yang diperoleh UKM tergerus 18,4 persen.Terus meningkatnya perekonomian, terutama pada usaha kecil dan menengah (UKM) diprediksikan bakal mendorong kontribusi terhadap pendapatan domestik bruto (PDB).Tahun ini pemerintah memproyeksikan kontribusi UKM bakal meningkat lagi antara 60 hingga 65 persen.Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan,peningkatan usaha kecil tersebut naik 13-22 persen dari kontribusi tahun sebelumnya yang telah mencapai 53 persen.Disebutkannya, pada 2009 nilai transaksi dari UKM di Indonesia mencapai Rp 2.000 triliun.”Itulah yang memicu sumbangan ke PDB besar. Tahun ini akan naik, tetapi belum bisa diprediksi,”ungkapnya di Jakarta,Kamis (1/4).Dijelaskannya,sektor UKM yang mampu meningkatkan kontribusi bagi PDB adalah kerajinan,kelautan,dan pertanian karena Indonesia adalah negara agribisnis.”Ketiga sektor itu harus didorong untuk berkembang. Permasalahan klasik harus diatasi.Salah satunya dengan memberikan solusi teknologi informasi (TI),”katanya.Permasalahan yang biasa dihadapi UKM adalah pemodalan, pengelolaan manajemen bisnis, standar mutu produk, kesulitan penetrasi pasar dan promosi,kesulitan distribusi produk,dan belum menggunakan TI yang tepat.”Diperlukan keberpihakan dari semua stakeholder untuk mendukung UKM agar sektor ini bisa memajukan perekonomian,” katanya.Dengan mendorong konseling dalam bidang pemasaran, distribusi, pembiayaan dan advokasi. “Sekarang Telkom masuk melayani UKM.Ini sinyal untuk menyelesaikan masalah hambatan TI,”kata Syarief.

Pada situs Kementerian Koperasi, hingga Juni 2009, koperasi di Indonesia telah berjumlah 166.155 unit dengan permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri  Rp 27,27 triliun dan modal luar 36,25 triliun rupiah dengan nilai volume usaha Rp 55,26 triliun.
Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2009 mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) baru pada 2010. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010  sekitar Rp 17,541 triliun untuk 2,4 juta debitur.

Mudradjad Kuncoro dalam Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2008 mengemukakan bahwa UKM terbukti tahan terhadap krisis dan mampu survive karena, pertama, tidak memiliki utang luar negeri.Kedua, tidak banyak utang ke perbankan karena mereka dianggap unbankable.Ketiga,menggunakan input lokal. Keempat, berorientasi ekspor. Selama 1997-2006,jumlah perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia.Sumbangan UKM terhadap produk domestik bruto mencapai 54%-57%. Sumbangan UKM terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir/pedagang perantara. Hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.

salah satu langkah strategis untuk mengamankan UKM dari ancaman dan tantangan krisis global adalah dengan melakukan penguatan pada multi-aspek. Salah satu yang dapat berperan adalah aspek kewirausahaan.Wirausaha dapat mendayagunakan segala sumber daya yang dimiliki,dengan proses yang kreatif dan inovatif,menjadikan UKM siap menghadapi tantangan krisis global.

Beberapa peran kewirausahaan dalam mengatasi tantangan di UKM adalah:

  1. Memiliki daya pikir kreatif, yang meliputi:

a)    Selalu berpikir secara visionaris (melihat jauh ke depan),sehingga memiliki perencanaan tidak saja jangka pendek, namun bersifat jangka panjang.

b)    Belajar dari pengalaman orang lain,kegagalan,dan dapat terbuka menerima kritik dan saran untuk masukan pengembangan UKM.

  1. Bertindak inovatif, yaitu:

a)    Selalu berusaha meningkatkan efisiensi,efektivitas,dan produktivitas dalam setiap aspek kegiatan UKM.

b)    Meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi persaingan bisnis.

  1. Berani mengambil resiko,dan menyesuaikan profil resiko serta mengetahui resiko dan manfaat dari suatu bisnis.UKM harus memiliki manajemen resiko dalam segala aktivitas usahanya.

BAB 111

PENUTUP

1.     KESIMPULAN

Dari hasil rangkuman di atas maka dapat disimpulkan,sebagai berikut:

  1. Usaha Kecil Menegah (UKM) Indonesia telah membuktikan perannya sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di Subang,dengan membuktikan diri secara historis tahan terhadap krisis.
  2. Aspek kewirausahaan dapat berperan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi UKM,yaitu bagaimana UKM harus dapat bertindak inovatif,berpikir kreatif,dan berani mengambil resiko.

2.     SARAN

  1. UKM harus memiliki manajemen resiko yang baik dalam rangka pengelolaan usaha,untuk itu disarankan adanya perhatian dan pengelolaan perusahaan berdasarkan kepada resiko yang ada.
  2. Kewirausahaan tidak akan berjalan jika tida memiliki sikap mental positif.Oleh karena itu,pelaku UKM diharapkan memiliki sikap mental positif sebagai syarat utama untuk berpikir kreatif,bekerja secara inovatif,dan berani mengambil resiko.
  3. Sebaiknya para pelaku usaha kecil dan menengah di Subang memanfaatkan keberadaan SMESCO UKM.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1. Dadan Kuswaraharja – detikFinance
  2. 2. Tribunjabar.co.id
  3. 3. Bisnis Indonesia, Edisi 21 Agustus 2008
  4. 4. Statistik UKM 2006-2007, Kementerian Koperasi dan UKM, diakses pada tanggal 17 Agustus 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s