Perbedaan Antara Ragam Standar dan Ragam Nonstandar(B.indonesia ke-2)

Posted: November 2, 2010 in Uncategorized

RAGAM BAHASA STANDAR DAN RAGAM BAHASA NON STANDAR

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam Bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai bahasa yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa yaitu (1) ) ragam  bahasa lisan, (2) ragam bahasa tulis. Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis. Jadi dalam ragam bahasa lisan, kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan). Selain itu aspek tata bahasa dan kosa kata dalam kedua jenis ragam itu memiliki hubungan yang erat. ragam bahasa tulis yang unsur dasarnya huruf, melambangkan ragam bahasa lisan. Oleh karena itu, sering timbul kesan bahwa ragam bahasa lisan dan tulis itu sama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjdi sistem bahasa yang memiliki seperangkat kaidah yang tidak identik benar, meskipun ada pula kesamaannya. Meskipun ada keberimpitan aspek tata bahasa dan kosa kata, masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain.

Perbedaan antara ragam bahasa standar , nonstandard, dan semistandard :

  • Topic yang sedang dibahas,
  • Hubungan antara pembicara,
  • Medium yang digunakan,
  • Lingkungan, atau
  • Situasi saat pembicaraan terjadi.

Ciri-ciri yang membedakan antara ragam standar, nonstandard dan semistandar :

  • Penggunaan kata serapan atau kata ganti
  • Penggunaan kata tertentu
  • Penggunaan imbuhan
  • Penggunaan kata sambung (konjungsi), dan
  • Penggunaan fungsi yang lengkap.

Untuk membedakan Ragam Bahasa Standard an Non standar berikut ini salah satu dari karangan Ragam Bahasa Standar:

Sejenak melupakan cuaca, bungan, dan pakaian pengantin, ribuan pasang calon pengantin China memilh 10 Oktober 2010 sebagai tanggal baik untuk mengikat tali perkawinan. Akibat banyaknya permintaan perkawinan pada Minggu (10/10/2010), kantor pencatat perkawinan membuka pedaftaran sejak dini hari di seantero negeri.

Tanggal 10 Oktober 2010 dalam bahasa China disebut “shi quan shi mei” atau “ sempurna dalam semua sisi”. Karena “shi” juga bermakna “10”, umumnya pasangan calon pengantin itu mengharapkan banyak keuntungan menyertai kehidupan mereka di masa datang.

Kantor-kantor catatan sipil di Beijing, Shenzen, Hangzhou, dan kota-kota besar lainnya memulai kerja lebih awal dari hari biasanya untuk menerima pendaftaran para calon pengantin, kendati tanggal tersebbut merupakan hari pertama liburan setelah berakhirnya sepekan peringatan Hari Jadi Nasional.

Biro Urusan Sipil Beijing membuka kantornya untuk menerima pendaftaran pada Minggu sangat pagi, sekitar pukul 06. 00 waktu setempat. Lebih dari 1200 pasangan telah mengambil nomor antrean pendaftaran di kantor Biro Urusan Sipil di istrik Haidin, yang merupakan hari yang paling sibuk dikantor itu sepanjang tahun ini.

Gao Jie (27), Staf sebuah perusahaan konsultan di Beijing, bersama pasangannya, telah memesan waktu untuk pendaftaran sejak awal September.

“Memesan waktu pendaftaran lebih awal sangat penting karena ratusan pasang calon pengantin pada hari Minggu ini akan berjubal untuk mendaftar. Tidak seorang pun akan dapat mendaftarkan perkawinan pada hari ini tanpa memesan waktu terlebih dahulu” katanya.

Di kabupaten Tianjing, yang berpenduduk sekitar 12 juta jiwa, tercatat lebih dari 5.000 pasang calon pengantin mendaftarkan perkawinan pada Minggu 10 oktober 2010.

Tanggal istimewa tahun sebelumnya antara lain 9 september 2009 yang bermakna “Keabadin” dan 8 Agustus 2008 bermakna “kekayaan”. Demam kawin pada tanggal istimewa itu tidak hanya terjadi di china, tapi juga di beberapa wilayah di Indonesia. Di Batam, misalnya 30 pasangan memilih menikah pada tanggal 10-10-2010.

Sedangkan contoh untuk karangan Ragam Bahasa Nonstandar sebagai berikut :

Dikalangan anak remaja saat ini  kesukaan untuk pakai bahasa gaul itu sudah tampak. Dalam menggunakan bahasa singkat pada kirim pesan dalam handphone atau saat komunikasi internet(chating) biasa menggunakan bahasa gaul. Singkatan dalam kirim pesan juga disebut bahasa gaul.

Sebagai contoh dalam bahasa gaul yang sering ditemui seperti  : 9ax aneh kok ay..slmet ya mo9a lan99eng.amHien.  Kalimat itu mempunyai arti Nggak aneh kok Ay Selamat ya semoga langgeng,Amin.

Bahasa gaul yang sering digunakan oleh remaja masa kini disebut bahasa alay itu bias merusak, bahkan melunturkan bahasa Indonesia. Ditambah lagi tidak ada yang mengingatkan atau memberikan peringatan soal bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Awal tahun 2000 menjadi titik penting dalam perkembangan bahsa Indonesia, yaitu dengan adanya bahasa gaul .Masyrakat pengguna Bahasa gaul mulai pakai pada saat online yang digunakan pada dunia Maya yang dikenal dengan istilah bahasa alay.

Bahasa alay digunakan dikaum remaja supaya statusnya diakui dalam pergaulan sehingga mengubah gaya tulisan dan gaya pakaian. Minimnya pengetahuan kaum muda akan Bahasa Indonesia bukan saja pada pelajar SMP dan SMA melainkan pada mahasiswa. Hal itu tampak pada saat mereka buat makalah. Mahasiswa banyak tidak dapat menggunakan bahasa alay karna kerap menggunakan bahasa alay.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s