Gempa mentawai & merapi(B.indonesia ke-3)

Posted: December 7, 2010 in Uncategorized

Proses meletusnya Gunung Merapi pada tahun ini memiliki perbedaan dengan letusan sebelumnya pada 2006 silam.Secara sederhana, dapat digambarkan proses meletusnya Gunung Merapi saat ini merupakan kebalikan peristiwa 2006.“Pada 2006 tanda awal meletusnya Merapi ditandai dengan munculnya kubah lava baru diikuti keluarnya awan panas dan guguran lava,” ungkap Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio kepada okezone di Jakarta, Jumat (29/10/2010).Sementara pada letusan kali ini, Merapi langsung meletus baru kemudian muncul kubah lava. “Jadi terbalik prosesnya,” ujar dia.Seperti diketahui, pada letusan 2006 Merapi hanya menelan korban jiwa dua orang. Sedangkan pada 2010 tercatat 34 orang meninggal dunia. 33 di wilayah Sleman dan seorang Balita di Magelang. Sementara korban luka mencapai puluhan orang.Gunung Merapi yang merupakan gunung api paling aktif di dunia mempunyai dua siklus letusan, yaitu siklus 2-4 tahunan, siklus menengah setiap 5-7 tahun, dan siklus 30 tahunan.

Pada Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.02 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama setelah dari sebulan sebelumnya dinyatakan bahaya. Erupsi-erupsi menghasilkan awan panas yang kemudian diketahui menewaskan 29 orang termasuk Juru Kunci Merapi, Mbah Maridjan.
Letusan Merapi 2010 adalah rangkaian peristiwa gunung berapi yang terjadi di Merapi di Indonesia. Aktivitas seismik dimulai pada akhir September 2010, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, mengakibatkan sedikitnya 28 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.

Kronologi:

* 20 September, Status Gunung Merapi dinaikkan dari Normal menjadi Waspada oleh BPPTK Yogyakarta.
* 21 Oktober, Status berubah menjadi Siaga pada pukul 18.00 WIB.
* 25 Oktober, BPPTK Yogyakarta meningkatkan status Gunung Merapi menjadi Awas pada pukul 06.00 WIB.
* 26 Oktober, Gunung Merapi memasuki tahap erupsi. Menurut laporan BPPTKA, letusan terjadi sekitar pukul 17.02 WIB. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan diiringi keluarnya awan panas setinggi 1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo. Letusan ini menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km.
* 27 Oktober, Gunung Merapi pun meletus. Dari sekian lama penelitian gunung teraktif di dunia ini pun meletus.
* 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan Lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB.

Berikut adalah kronologi letusan Gunung Merapi:

1. Pukul 17.02 mulai terjadi awan panas selama 9 menit
2. Pukul 17.18 terjadi awan panas selama 4 menit
3. Pukul 17.23 terjadi awan panas selama 5 menit
4. Pukul 17.30 terjadi awan panas selama 2 menit
5. Pukul 17.37 terjadi awan panas selama 2 menit
6. Pukul 17.42 terjadi awan panas besar selama 33 menit
7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo
8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara dentuman
9. Pukul 18.16 terjadi awan panas selama 5 menit
10. Pukul 18.21 terjadi awan panas besar selama 33 menit
11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membumbung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi
12. Pukul 18.54 aktivitas awan panas mulai mereda
13. Luncuran awan panas mengarah ke sektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara

Apakah dua peristiwa alam ini terkait satu sama lain?
Pakar Geodesi dari Institut Teknologi Bandung, Hasanuddin Z Abidin, menyatakan kedua peristiwa ini berjauhan lokasinya. Menurutnya, terlalu spekulatif apabila menyimpulkan kedua bencana itu ada keterkaitan satu sama lain.

“Terlalu jauh. Saya rasa nggak berhubunganlah,” kata Hassanudin dalam perbincangan telepon dengan VIVAnews, Rabu 27 Oktober 2010.
“Mentawai kita ketahui memang dari dulu sering terjadi gempa, sementara aktifitas Merapi itu pun memang ada siklusnya. Lagipula gunung-gunung yang lebih dekat dengan Mentawai seperti misalnya yang ada di Padang saja, itu tidak menunjukkan reaksi apa-apa terkait gempa Mentawai. Jadi menurut saya, terlalu spekulatif kalau menghubungkannya. Mungkin hanya kebetulan saja waktunya sangat berdekatan,” kata Hasanuddin.
Ketika ditanya apakah akan ada gempa yang lebih besar lagi di Mentawai setelah gempa dahsyat yang terjadi 25-26 Oktober kemarin, Hasanuddin menegaskan hal itu bisa saja terjadi. “Itu biasa, suatu tempat kalau sudah pernah terjadi gempa pasti nanti akan terjadi lagi gempa di tempat itu. Cuma saja kapan waktunya ini yang susah diprediksi,” katanya.
Variasi waktu gempa susulan itu berbeda-beda, tambah Hasanuddin. Bisa dalam hitungan jam, hari, bulan, bahkan ada yang tahunan.

“Biasanya kalau gempa yang besar, itu akan butuh waktu lama untuk terjadi gempa lagi. Mentawai kan kemarin kekuatannya 7,2 skala richter, termasuk besar, nah ini akan akan butuh waktu lama untuk terjadi gempa besar lagi. Makanya menurut saya tidak dalam waktu dekat ini akan terjadi gempa besar lagi, karena dia mesti menyimpan energi dalam waktu lama,” kata Hasanuddin.

Korban Tsunami Mentawai. Gubernur Irwan Prayitno dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana gempa dan tsunami Mentawai Selasa 26 Oktober malam merinci data sementara korban gempa diikuti tsunami yang melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

* Korban Tewas : 112 orang
* Korban hilang : 502 orang
* Korban mengungsi : 4.000 kepala keluarga

Lokasi korban tewas yang telah ditemukan :

1. Dusun Munte Baru-Baru, Desa Betomonga, Kecamatan Pagai Utara,—58 orang.
2. Dusun Beleraksok, Desa Kecamatan Pagai Selatan,—————–15 orang.
3. Dusun lain di Desa Betomonga, Kecamatan Pagai Utara,————10 orang.
4. Dusun Takbaraboat, Desa Kecamatan Pagai Selatan,—————-10 orang.
5. Desa Geliulou, Kecamatan Sipora Selatan,————————-5 orang.
6. Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan,—————4 orang.
7. Dusun Masokut, Desa Geliulou, Kecamatan Sipora Selatan,———-4 orang.
8. Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara,——————————3 orang.
9. Desa Bosuo, Kecamatan Sipora Selatan,—————————-1 orang.
10. Dusun Bukkumonga, Kecamatan Pagai Selatan,———————–1 orang.
11. Desa Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan,————————-1 orang.

Lokasi warga dilaporkan hilang ;

* Dusun Munte Baru-Baru, Desa Betomonga, Kecamatan Pagai Utara,–270 orang.
* Dusun lain di Desa Betomonga, Kecamatan Pagai Utara,———–212 orang.
* Dusun Takbaraboat, Desa Kecamatan Pagai Selatan,—————-20 orang.

Berita dan informasi terbaru untuk “Korban Tsunami Mentawai” masih bersifat sementara karena masih banyak korban yang belum ditemukan.

Penekanan Mitigasi
Hasanuddin menyatakan, yang paling penting dalam penanganan bencana ini adalah mitigasi. “Pemerintah seharusnya lebih care (peduli) dengan riset-riset kebencanaan yang di hulu,” katanya.
Riset-riset hulu yang dimaksud itu adalah yang mengenai peringatan dini (early warning), studi potensi bencana, atau identifikasi bencana. “Kita sangat lemah dalam soal early warning. Menurut saya, pemerintah sangat kurang perhatian dalam mitigasi bencana. Saya sering gregetan,” katanya.
Mestinya kalau pemerintah serius menaruh perhatian dalam mitigasi bencana, studi atau riset kebencanaan yang ada bisa bermanfaat untuk memperkirakan kapan terjadi bencana dan mengantisipasinya sehingga sedapat mungkin tidak ada kerugian dan korban yang besar.
Hasanuddin meminta pemerintah agar memasukkan juga studi kebencanaan sebagai prioritas perhatian. “Memang studi kebencanaan tidak menghasilkan uang, tetapi itu kan penting, karena bencana ini adalah bahaya laten dan dampaknya juga costly (biaya tinggi). Indonesia ini masuk daerah yang sering terjadi gempa. Jangan selalu repot bertindak setelah kejadian.

Sumber:
* okezone.com
* http://gokilonline.com
* http://id.wikipedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s